Sungai Tercemar Akibat Ketidaktahuan dan Tak Pedulinya Masyarakat

Kamis, 23 Agustus 2018 - 07:29 WIB
Sungai Tercemar Akibat...
Sungai Tercemar Akibat Ketidaktahuan dan Tak Pedulinya Masyarakat
A A A
JAKARTA - Dampak buruk bagi kesehatan manusia yang diakibatkan oleh pencemaran Sungai Citarum kini memperlihatkan kerugian bagi Pemerintah. Data itu terlihat dari beban biaya yang harus dipikul Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jawa Barat yang telah mencapai angka sekitar Rp1,9 triliun atau menghabiskan 23 % dari anggaran BPJS.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pencemaran Sungai Citarum menyebabkan munculnya berbagai penyakit pada masyarakat di Daerah Aliran Sungai (DAS), seperti gangguan sistem saraf akibat logam berat.

Hal ini disinyalir mengakibatkan membengkaknya biaya yang dikeluarkan oleh BPJS. Sungai Citarum yang merupakan sungai terpanjang yang membelah Provinsi Jawa Barat memang mengalami pencemaran yang luar biasa.

Masyarakat dan industri diduga sebagai tersangka utama penyebab tercemarnya air Sungai Citarum. Perilaku membuang sampah ke sungai ini sudah menjadi kebiasaan pada warga yang tinggal di daerah aliran sungai.

Hal ini dapat disebabkan oleh ketidaktahuan maupun ketidakpedulian masyarakat akan dampak dari membuang sampah di sungai. Limbah pabrik juga kian memperburuk keadaan sungai yang berkontribusi pada peningkatan kandungan logam berat di Sungai Citarum.

Dalam studi kasus Sungai Citarum yang dilakukan oleh Greenpeace Asia Tenggara dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat, ditemukan bahwa logam berat merupakan salah satu kontaminan utama yang mempengaruhi kualitas air Sungai Citarum.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof drh Wiku Adisasmito MSc Phd memaparkan, berbagai studi ilmiah sudah membuktikan bahwa pencemaran logam berat dapat berpengaruh negatif terhadap fungsi tubuh manusia.

Pencemaran ini meningkatkan kemungkinan gangguan sistem sirkulasi sebesar 3 kali, gangguan sistem saraf sebesar 4 kali, gangguan pertumbuhan sebesar 6 kali, dan bahkan gangguan pernapasan sebesar 23 kali dibandingkan dengan populasi yang tidak terpapar pencemaran logam berat.

Prof Wiku Adisasmito yang juga Koordinator Indonesia One Health University Network (INDOHUN) menambahkan, upaya memerdekakaan Sungai Citarum dari sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga merupakan tanggung jawab berbagai pihak, termasuk institusi perguruan tinggi.

INDOHUN asosiasi jejaring perguruan tinggi yang berfokus pada konsep One Health, turut ambil bagian dalam mendukung usaha pemerintah dalam membuka lebar-lebar gerbang kemerdekaan masyarakat Indonesia untuk sehat. Sebuah rangkaian kegiatan dengan tajuk NusaBersama tengah dipersiapkan oleh INDOHUN.

NusaBersama adalah inisiatif INDOHUN yang bertujuan untuk mendiseminasi informasi kesehatan di daerah tertentu dengan cara yang mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu NusaBersama juga merupakan platform amal masyarakat dengan target penerima amal yang jelas demi pembangunan masyarakat di daerah terjadinya pencemaran.

Tahun ini, NusaBersama memiliki tema khusus 'NusaBersama: Citarum' dengan rangkaian tiga acara besar yang menyertainya. Dimulai dari pelatihan bagi tenaga kesehatan yang tersebar di daerah dekat aliran Sungai Citarum bernama Global Health Leaders (GHL), One Summit, dan Nusa Fun Run yang akan digelar di Bandung, 8-9 September 2018 mendatang.

Syayu Zhukhruffa selaku communication manager INDOHUN menambahkan, acara NusaBersama hadir sebagai wujud kepedulian dan rasa tanggung jawab untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai permasalahan kesehatan lingkungan, manusia, dan hewan yang memberi dampak signifikan baik di bidang sosial maupun ekonomi.

"Rangkaian acara dari NusaBersama Citarum diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, terutama generasi muda," ucap Syayu.
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved