Demokrat Minta GNPF Tak Paksa Prabowo Pilih Cawapres Ijtimak Ulama
Rabu, 08 Agustus 2018 - 01:58 WIB
Demokrat Minta GNPF Tak Paksa Prabowo Pilih Cawapres Ijtimak Ulama
A
A
A
JAKARTA - Partai Demokrat meminta Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama tidak memaksa Prabowo Subianto untuk memilih calon wakil presiden (Cawapres) dari hasil rekomendasi ijtimak ulama. Namun, Partai Demokrat tetap menghormati rekomendasi ijtimak ulama itu.
"Tapi kita minta GNPF janganlah memaksakan kehendak dan menekan Prabowo," kata Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dihubungi wartawan, Selasa (7/8/2018).
Walaupun, diakuinya bahwa rekomendasi ijtimak ulama yang mendorong Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri atau Ustaz Abdul Somad sebagai Cawapres pendamping Prabowo itu bagus.
"Tapi jangan tempatkan Prabowo sebagai pemimpin yang boleh ditekan-tekan. Nanti image tidak bagus di publik, ya itu semanfaatnya kalau mau dukung Pak Prabowo," ujarnya.
Dia sepakat semua pihak harus menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo untuk memilih figur Cawapres. "Biarkan publik melihat bahwa beliau pemimpin yang mampu putuskan sendiri, bukan petugas partai," katanya.
Diketahui, sejumlah tokoh GNPF Ulama menemui Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka di antaranya Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak, Muhammad Al Khathath selaku sekretaris jenderal dan Abdul Rasyid Abdullah Syafii selaku Ketua Pengarah Panitia Ijtima Ulama.
Sedangkan tujuan mereka ke sana dalam rangka menanyakan hasil pembicaraan Prabowo dengan sejumlah partai terhadap rekomendasi ijtimak ulama.
"Tapi kita minta GNPF janganlah memaksakan kehendak dan menekan Prabowo," kata Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dihubungi wartawan, Selasa (7/8/2018).
Walaupun, diakuinya bahwa rekomendasi ijtimak ulama yang mendorong Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri atau Ustaz Abdul Somad sebagai Cawapres pendamping Prabowo itu bagus.
"Tapi jangan tempatkan Prabowo sebagai pemimpin yang boleh ditekan-tekan. Nanti image tidak bagus di publik, ya itu semanfaatnya kalau mau dukung Pak Prabowo," ujarnya.
Dia sepakat semua pihak harus menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo untuk memilih figur Cawapres. "Biarkan publik melihat bahwa beliau pemimpin yang mampu putuskan sendiri, bukan petugas partai," katanya.
Diketahui, sejumlah tokoh GNPF Ulama menemui Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka di antaranya Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak, Muhammad Al Khathath selaku sekretaris jenderal dan Abdul Rasyid Abdullah Syafii selaku Ketua Pengarah Panitia Ijtima Ulama.
Sedangkan tujuan mereka ke sana dalam rangka menanyakan hasil pembicaraan Prabowo dengan sejumlah partai terhadap rekomendasi ijtimak ulama.
(wib)