Berinovasi dalam Teknologi Pertahanan, Pindad Raih Penghargaan

Jum'at, 03 Agustus 2018 - 13:41 WIB
Berinovasi dalam Teknologi...
Berinovasi dalam Teknologi Pertahanan, Pindad Raih Penghargaan
A A A
BANDUNG - PT Pindad (Persero) meraih penghargaan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) karena telah mengembangkan inovasi di bidang teknologi pertahanan dan keamanan.

Beberapa produk inovasi yang berhasil diproduksi Pindad antara lain senapan serbu, pistol G2 Premium, senjata sniper (SPR) 1 hingga 4. Bahkan, produk sniper hasil inovasi Pindad cukup membanggakan karena sudah digunakan TNI Angkatan Darat (AD).

“Ini kebanggaan bagi kami, namun kami masih perlu arahan, bimbingan, dan koreksi dari semua pihak agar hasil inovasi Pindad akan lebih baik lagi," kata Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose dalam siaran persnya, Jumat (3/8/2018).

Abraham mengatakan, penghargaan ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi Pindad. Menurut dia, sebuah perjalanan panjang Pindad dalam menuju kemandirian teknologi berkat inovasi yang dilakukan oleh karyawan dan engineer Pindad.

“Sejarah panjang sejak tahun 1986 dengan pola strategic partnership yang dilakukan, namun tidak perlu waktu yang lama. Empat tahun kemudian, Pindad berhasil berdiri dengan menghasilkan produk-produk inovasi,” tutur Abraham.

BPPT Innovation Award (BIA) 2018 disenggelarakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Gedung BPPT, Jakarta, pada Kamis 2 Agustus 2018.Pindad dinobatkan sebagai pemenang BIA 2018 untuk kategori perusahaan yang dianggap telah berhasil melakukan inovasi teknologi pertahanan dan keamanan.
Kepala BPPT Unggul Priyanto menuturkan, BPPT berupaya mendorong pemanfaatan inovasi teknologi untuk pembangunan nasional.

“Penganugerahan BPPT Innovation Award tahun ini merupakan sejarah baru bagi BPPT, karena diberikan untuk pertama kali dan untuk melengkapi dua penghargaan sebelumnya yaitu, penganugerahan Gelar Perekayasa Utama Kehormatan (PUK) dan Penganugerahaan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA),” kata Unggul.

Penghargaan BIA 2018 ini berbeda dengan BJ Habibie Technology Award (BJHTA). BPPT Innovation Award diberikan oleh Kepala BPPT kepada seseorang, instansi atau perusahaan, yang telah menghasilkan produk baru hasil inovasi teknologi, yang berdampak signifikan bagi industri.

Sedangkan BJHTA diberikan kepada para ilmuwan yang telah menghasilkan karya nyata teknologi, berupa invensi bahkan inovasi yang berdampak pada kemajuan bidang teknologi.
(dam)
Berita Terkait
Kemhan Serahkan 769...
Kemhan Serahkan 769 Unit Alat Pertahanan & Keamanan ke TNI, Tambah Kekuatan Militer Indonesia
Gubernur Lemhannas:...
Gubernur Lemhannas: Transformasi Militer Tak Cukup sampai 2045
Kemitraan Pertahanan...
Kemitraan Pertahanan Baru Mesir-Turki Bisa Geser Keseimbangan Kekuatan Regional
Pakar Sebut Indonesia...
Pakar Sebut Indonesia Butuh Bangun Daya Tangkal Asimetris Hadapi Persaingan Global
Ada Sekitar 5 Juta ASN,...
Ada Sekitar 5 Juta ASN, Kabacadnas: Potensi Kekuatan Pertahanan Terbesar Indonesia
Anggaran Militer Arab...
Anggaran Militer Arab Saudi 2 Tahun Terakhir, Rp652 Triliun untuk 2022
Berita Terkini
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved