Cara Tepat Pemulihan Penyalahgunaan Napza

Jum'at, 03 Agustus 2018 - 12:58 WIB
Cara Tepat Pemulihan...
Cara Tepat Pemulihan Penyalahgunaan Napza
A A A
JAKARTA - Kementerian Sosial terus berupaya mengentaskan korban penyalahgunaan Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lain) dengan berbagai kebijakan. Hal ini dilakukan guna mengurangi berbagai masalah lebih serius bagi generasi Indonesia mendatang.

Menteri Sosial Idrus Marham menegaskan, pemerintah mempunyai amanat untuk menyelamatkan generasi masa depan dari penyalaggunaan Napza. Langkah yang harus ditempuh bukan hanya penindakan pengedar, tetapi juga rehabilitasi sosial dan pemberdayaan para pengguna yang didominasi anak muda agar mereka mau berubah.

Salah satunya, dengan program di Panti Sosial Pamardi Putra “Galih Pakuan”, dengan menerapkan metode Therapeutic Community (TC).

Metode berbasis ilmu pekerjaan sosial ini adalah metode rehabilitasi sosial bagi korban penyalahguna Napza dengan menggunakan asas kekeluargaan serta menitikberatkan pada kekuatan kelompok/komunitas yang terdiri dari individu penyalahguna napza.

Dalam pelaksanaannya metode TC diselaraskan dengan pendekatan dan metode ilmu pekerjaan sosial, sehingga target yang dicapai dalam program rehabilitasi sosial bagi korban penyalahguna Napza di PSPP “Galih Pakuan” Bogor tidak hanya sebatas menuju abstinen semata. Namun juga menuju keberfungsian sosial dari mantan klien korban penyalahguna napza.

”Kami punya kewajiban agar generasi muda dapat memahami dan waspada terhadap bahaya penyalahgunaan napza dan bisa melaksanakan deteksi dini terhadap penyalahgunaan napza," kata Idrus saat perayaan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018 di PSPP Galih Pakuan Bogor.

menegaskan, Kementerian Sosial harus menjadi motor penggerak menjadikan generasi muda sebagai garda terdepan dalam penanggulangan penyalahgunaan napza serta peningkatan kepedulian dan partisipasi generasi muda dalam penanggulangan penyalahgunaan napza.

”Potensi anak-anak muda seperti Karang Taruna atau organisasi kepemudaan harus dijadikan mitra strategis dalam membentengi dan menyelamatkan generasi muda dari lost generation," ujarnya.

Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto menegaskan, pemulihan seseorang dari ketergantungan Napza, tidak sekadar menghentikan pemakaiannya, juga membantu menumbuhkembangkan aspek mental, psikososial, emosional, spiritual, dan kemampuan (kompetensi) serta memiliki life skill (keterampilan hidup) untuk melangsungkan kehidupannya.

"Ancaman penyalahgunaan napza akhir-akhir ini sangatlah luar biasa yang bisa merusak sendi-sendi kehidupan khususnya masa depan generasi dan berpotensi pada kehancuran," katanya. (Binti Mufarida)
(nfl)
Berita Terkait
BNN RI Musnahkan 1,1...
BNN RI Musnahkan 1,1 Ton Narkotika
Polres Tapanuli Utara...
Polres Tapanuli Utara Bekuk 2 DPO Badan Narkotika Nasional
BNN Gagalkan Penyelundupan...
BNN Gagalkan Penyelundupan Ratusan Paket Sabu
BNN Deteksi 91 dari...
BNN Deteksi 91 dari 1.150 Jenis Narkotika di Dunia Masuk Indonesia
Jaringan Narkoba Manfaatkan...
Jaringan Narkoba Manfaatkan Musibah Covid 19
BNN Gagalkan Peredaran...
BNN Gagalkan Peredaran 69 Kg Sabu dan 59 Ribu Butir Ekstasi di Sumut
Berita Terkini
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Infografis
Waswas Perang Dunia...
Waswas Perang Dunia III, Ini Cara Bertahan dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved