Jadi Caleg PDIP, Sejumlah Purnawirawan TNI Siap Menangkan Jokowi

Rabu, 01 Agustus 2018 - 15:41 WIB
Jadi Caleg PDIP, Sejumlah...
Jadi Caleg PDIP, Sejumlah Purnawirawan TNI Siap Menangkan Jokowi
A A A
JAKARTA - Sejumlah Purnawirawan TNI yang bergabung dan mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan siap memenangkan PDIP dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Mereka ingin Jokowi terus melanjutkan pembangunan yang sudah terbukti nyata di periode kedua nanti. Kesiapan sejumlah purnawirawan TNI itu disampaikan saat acara Pembekalan Bacaleg Purnawirawan TNI di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018).

Mereka yang hadir yakni Marsda (Purn) Yan Manggesa, Laksda (Purn) Yuhastihar, Mayjen (Purn) Ch H Sidabutar, Mayjen (Purn) Bambang Haryanto, Marsda (Purn) Benedictus Widjanarko, Marsma (Purn) Johanes Urip Utomo.

Kemudian Marsda (Purn) Warsono, Kolonel (Purn) Hargo Yuwono, Mayjen (Purn) Sakkan Tampubolon, Kolonel (Purn) Agus Zulkarnain, Brigjen (Purn) Syukran Hambali, Mayjen (Purn) Sturman Pandjaitan, Kolonel (Purn) Sanius Abastari dan Kolonel (Purn) S Marzuki.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengapresiasi kesiapan para purnawirawan TNI yang tidak diragukan lagi komitmennya terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Kebhinnekaan Indonesia.

"Lebih dari itu, kita sangat mengapresiasi kesiapan para purnawirawan TNI. Beliau2 adalah para patriot bangsa, yang nasionalismenya tidak perlu diragukan dan senafas dengan PDI Perjuangan," kata Hasto.

Dalam kesempatan itu, Hasto menegaskan, PDIP adalah partai ideologis Pancasila. Kami meneladani ide, gagasan, cita-cita, dan perjuangan Bung Karno. Belia yang mencanangkan pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 23 Agustus 1945 sebagai cikal bakal ABRI yang kemudian menjadi TNI diperingati setiap tanggal 5 Oktober.

"TNI adalah kekuatan pertahanan, dan penjaga kedaulatan NKRI yang terus kita perkuat agar semakin disegani sebagaimana tahun 60-an, di mana saat itu Angkatan Bersenjata kita terkuat di negara-negara belahan bumi selatan di bawah garus khatulistiwa," ungkap Hasto.

Hasto menambahkan, pembentukan angkatan bersenjata tak lepas dari dialektika pemikiran Bung Karno dalam pidato Indonesia Menggugat pada 1930, bahwa Indonesia akan merdeka ketika Pasifik membara karena Perang Dunia.

"Maka Bung Karno memilih bekerja sama dengan Jepang, dan kemudian membentuk PETA (Pembela Tanah Air) sebagai cikal bakal ABRI, yang merupakan integrasi dari seluruh kekuatan bersenjata Indonesia, mengingat revolusi fisik saat itu menghadirkan banyak laskar rakyat sbg pembentuk jatidiri TNI yang berasal dari rakyat," ujar Hasto.

Lebih jauh Hasto menegaskan, PDI Perjuangan selalu konsisten untuk mendorong netralitas TNI. "Namanya TNI dan Polri aktif tidak boleh berpolitik dalam negara," tegas Hasto kepada para purnawirawan yang kini mulai berpolitik.
(maf)
Berita Terkini
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved