Loyalis Anas Urbaningrum Nilai AHY Tak Bisa Mandiri Berpolitik

Kamis, 26 Juli 2018 - 20:59 WIB
Loyalis Anas Urbaningrum...
Loyalis Anas Urbaningrum Nilai AHY Tak Bisa Mandiri Berpolitik
A A A
JAKARTA - Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mulai digadang masuk bursa calon wakil presiden (Cawapres) di Pilpres 2019. Anggapan itu menguatkan setelah pertemuan yang digelar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), beberapa waktu lalu.

Dosen Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ma'mun Murod Al-Barbasy menilai, kemunculan nama AHY di kancah politik nasional tidak terlepas dari campur tangan sang ayah, SBY.

Ma'mun menilai, AHY adalah sosok yang patut diperhitungkan. Namun demikian selama ada SBY di belakangnya, AHY tidak akan menjadi sosok yang mandiri dalam politik.

"Dia akan bergantung terus pada Pak SBY," ujar Ma'mun Murad saat ditemui di Cikini, Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Ma'mun yang juga aktivis Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) ini menilai, kemunculan AHY di kancah politik nasional sebagai bagian dari dinasti politik di Indonesia. Meski lahir di lingkaran elite politik, Ma'mun berpandangan dinasti politik harus dibangun secara rasional dan sehat.

Dalam konteks itu, loyalis Anas Urbaningrum ini menilai AHY lahir dalam iklim politik yang tidak sehat. Iklim politik yang tidak sehat yang dimaksud Ma'mun adalah sikap SBY yang tidak ingin kehilangan pengaruh di Partai Demokrat pasca lengsernya Anas Urbaningrum dari kursi ketua umum beberapa waktu lalu.

"Idealnya SBY itu sudah selesai ketika dia menjabat sebagai presiden sebanyak dua kali. Tapi kan dia tidak melihat figur mana di Demokrat yang mungkin menggantikan setelah Anas digantikan," kata Ma'mun.

"Dia merasa kalau kemudian dimunculkan pemimpin secara demokratis, keluarga SBY maka kemudian akan lewat. AHY enggak mungkin bisa menjabat. Maka kemudian dipagari betul. Hampir pasti di kongres Demokrat yang akan datang AHY yang jadi ketua umum," imbuh Ma'mun.
(kri)
Berita Terkait
5 Provinsi Lumbung Suara...
5 Provinsi Lumbung Suara Partai Demokrat di Pemilu 2019
Pidato Politik Ketua...
Pidato Politik Ketua Umum Partai Demokrat
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Capres Resmi Partai...
Capres Resmi Partai Demokrat dalam Pilpres AS, Siapakah Joe Biden?
Soal Koalisi Partai...
Soal Koalisi Partai Islam, Zulkifli Hasan Ungkap Luka Pilpres 2019
Resmi, Partai Demokrat...
Resmi, Partai Demokrat Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024
Berita Terkini
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved