ICW Usulkan Bubarkan Penjara Khusus Koruptor

Minggu, 22 Juli 2018 - 17:02 WIB
ICW Usulkan Bubarkan...
ICW Usulkan Bubarkan Penjara Khusus Koruptor
A A A
JAKARTA - Divisi Judicial Mobitoring Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho, menyoroti kebijakan pemerintah menyediakan penjara khusus untuk koruptor juga sangat diskriminatif jika dibandingkan dengan narapidana kriminal lainnya.

Hal ini terkait adanya operasi tangkap tangan (OTT) Kalapas Sukamiskin, Wahid Husein oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Khususnya soal fasilitas, sel koruptor lebih nyaman dari sel pelaku yang lain," kata Emerson saat dihubungi SINDOnews.com, Minggu (22/7/2018).

Emerson menyatakan, sebaiknya pemerintah membubarkan penjara khusus koruptor. "Tempat koruptor di penjara harus sama dengan pelaku kriminal lain agar efek jeranya semakin kuat," jelasnya.

Dia menjelaskan, praktik suap menyuap di penjara atau lembaga pemasyarakatan (Lapas) merupakan fenomena yang hampir terjadi di sebagian besar penjara di Indonesia, termasuk dalam hal ini penjara khusus koruptor, di Lapas Sukamiskin.

"Dugaan main mata bukan kali ini saja. Indikatornya bisa dilihat sejumlah temuan yang juga terungkap di publik misal sel mewah, penyediaan tempat di luar sel untuk kantor atau tempat tinggal, penggunaan laptop atau ponsel secara leluasa, saung mewah, terpergoknya napi Sukamiskin yang keluyuran," tuturnya.

"Akibat korupsi merebak di penjara, muncul persepsi negatif, sepanjang ada uang, apa saja bisa disediakan di penjara," tambahnya.

Emerson menyarankan, sebaiknya Menkumham harus memberhentikan tetap Kalapas Sukamiskin tanpa perlu menunggu putusan pengadilan dan mencopot pejabat di lingkungan Dirjen Pemasyarakatan yang dinilai bertanggung jawab atas pengawasan ini.

"KPK juga harus usut siapapun yang diduga terlibat dalam kasus ini," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Baru OTT 2 Kali Sepanjang...
Baru OTT 2 Kali Sepanjang Semester I Tahun 2025, KPK Minta Maaf
Breaking News: OTT Lagi,...
Breaking News: OTT Lagi, KPK Tangkap Pejabat Pengadilan di Surabaya
KPK Lakukan Tangkap...
KPK Lakukan Tangkap Tangan di Jakarta dan Semarang
KPK OTT Pejabat Daerah...
KPK OTT Pejabat Daerah di Kuansing Riau
Selama KPK Berdiri Sudah...
Selama KPK Berdiri Sudah 141 OTT Digelar dan 100% Terbukti di Persidangan
BREAKING NEWS: KPK OTT...
BREAKING NEWS: KPK OTT Pejabat Negara di Yogyakarta dan Jakarta
Berita Terkini
Kualitas Negara Hukum...
Kualitas Negara Hukum Terletak dari Kemampuan Aparat Menjaga Hati Nurani
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Gus Ipul Respons Wacana...
Gus Ipul Respons Wacana Cak Imin soal Pemimpin Baru PBNU: Baik untuk Didiskusikan
Kubu Roy Suryo: Saksi...
Kubu Roy Suryo: Saksi Ahli Polda Metro Jaya Tidak Paham UU ITE
Bentuk Tim Penyidik...
Bentuk Tim Penyidik Khusus Usut Kasus Febrie, Kejagung: 9 Penyidik, Mayoritas Jaksa Alumni KPK
Terbitkan 3 Sprindik...
Terbitkan 3 Sprindik Baru, Kejaksaan Sebut Status Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Saksi
Infografis
Pendidikan Dirgayuza...
Pendidikan Dirgayuza Setiawan, Lulusan Oxford yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved