Menteri Nyaleg Diharapkan Tak Ganggu Kinerja

Rabu, 18 Juli 2018 - 08:57 WIB
Menteri Nyaleg Diharapkan...
Menteri Nyaleg Diharapkan Tak Ganggu Kinerja
A A A
JAKARTA - Menanggapi fenomena beberapa menteri yang kembali mendaftarkan diri menjadi calon anggota legislatif (Caleg) di Pemilu 2019, menuai sejumlah respons dari publik.

Pengamat politik dari Voxpol Pangi Syarwi Chaniago menyatakan tersebut merupakan pilihan bagi si menteri untuk fokus pada kerjanya atau harus tunduk pada partai lantaran mereka kader atau bagian dari partai politik.

"‎Mereka harus memilih fokus menteri atau nyaleg, mereka tidak bisa lepas dri parpol sebagai kader dan representasi parpol," kata Pangi Syarwi, Rabu (18/7/2018).

Menurutnya, tujuan parpol meminta mereka kembali nyaleg tentunya untuk mendulang suara menterjemahkan keinginan atau target maksimal partai memenangi pemilu 2019 nanti.

(Baca juga: Menteri Nyaleg Tak Wajib Mundur, Kuncinya Ketegasan dari Presiden)

Mereka yang telah menjadi menteri merupakan sosok kader yang tentunya punya konstituen dan memiliki suara signifikan untuk parpolnya masing-masing. "‎Tujuannya sederhana mendulang dan memenangkan partai, mereka punya target maksimal itu yang parpol gunakan," ucapnya.

"Kalau setingkat menteri mereka hampir dipastikan bisa mendapatkan kursinya sendiri di parlemen. Karena mereka elite sudah dikenal kalau nyaleg sudah bisa dipastikan jadi, dan partai butuh itu," tambahnya.

Selain itu juga, parpol dan menteri tersebut bermain aman, Mereka mendaftarkan diri menjadi caleg merupakan opsi lain jika nantinya tidak terpilih atau ditunjuk kembali menjadi menteri pada periode selanjutnya.

"Kita pahami logika selain kader partai menjadi anggota DPR, mereka memahami kalau mereka tidak terpilih mereka main aman. Kalau jadi menteri dua periode mereka berikan kursinya pada caleg ‎parpol dengan suara terbanyak kedua. Atau jika tidak terpilih, setidaknya mereka jadi anggita DPR dan tidak menganggur," tegasnya.

Sambung Pangi, proses nyaleg akan mengganggu ritme kerja para menteri. Meskipun suara mereka diyakini memliki banyak konstituen, tidak dipungkiri juga mereka harus kampanye, turun kelapangan.

"Tentu mengganggu ritme kerja, karena banyak tahapan formal dan informal yang harus dilakukan saat ingin nyaleg. Menteri harus dewasa dalam menyikapi hal ini," tegasnya.

Pangi juga tidak memungkiri adanya penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan menteri dalam proses pencalegan karenamereka harus terus memperkenalkan diri mereka di dapilnya.

"Abuse of power itu kemungkinan terjadi mereka mendapat keuntungan, kalau menteri punya program kalau mereka melakukan itu bisa saja disalahgunakan, tinggal bagaimana pola kementerian dan presiden melakukan kontrol atas menterinya," jelasnya.
(maf)
Berita Terkait
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Lumbung Suara PDIP di...
Lumbung Suara PDIP di Jakarta pada Pemilu 2019, Paling Banyak di Dapil 10
Mengenal Profil Partai...
Mengenal Profil Partai Gelora, dari Sejarah, Struktur, Asas hingga Jatidiri
Berita Terkini
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved