Pencalonan Amien Rais Dinilai Pecah Koalisi yang Digagas Habib Rizieq
Senin, 02 Juli 2018 - 16:12 WIB
Pencalonan Amien Rais Dinilai Pecah Koalisi yang Digagas Habib Rizieq
A
A
A
JAKARTA - Ketua Bidang Pemenangan Presiden Partai Bulan Bintang (PBB). Sukmo Harsono menganggap langkah Koalisi Umat Madani (KUM) yang mendeklarasikan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais menjadi calon presiden, memecah rencana Koalisi Keumatan yang digagas Habib Rizieq Shihab.
Menurut Sukmo, di saat empat partai tengah konsultasi dan menunggu hasil pertemuan para ulama bulan Juli ini, KUM mengambil langkah yang berseberangan.
"Maka tindakan KUM adalah tidak bijak dan bisa merusak kebersamaan," ujar Sukmo kepada SINDOnews, Senin (2/7/2018). (Baca juga: Hadapi Pilpres 2019, Gagas Koalisi Keumatan )
Sukmo menganggap, langkah KUM tidak tepat dan berpotensi merusak konsolidasi koalisi keumatan. Menurut dia, hal ini juga menguntungkan dan akan disambut gembira oleh koalisi pemerintahan Joko Widodo.
Sukmo melihat KUM terlalu terburu-buru dan tidak rasional mengusung Amien Rais tanpa melihat hasil survei dan kegagalan pada pencapresan yang lalu.
"Berharap seperti Tun Mahathir (Mahathir Mohammad di Pemilu Malaysia-red) sih boleh, tapi apa iya bisa disamakan. Saya kira tidak sama sekali," tuturnya.
Menurut Sukmo, di saat empat partai tengah konsultasi dan menunggu hasil pertemuan para ulama bulan Juli ini, KUM mengambil langkah yang berseberangan.
"Maka tindakan KUM adalah tidak bijak dan bisa merusak kebersamaan," ujar Sukmo kepada SINDOnews, Senin (2/7/2018). (Baca juga: Hadapi Pilpres 2019, Gagas Koalisi Keumatan )
Sukmo menganggap, langkah KUM tidak tepat dan berpotensi merusak konsolidasi koalisi keumatan. Menurut dia, hal ini juga menguntungkan dan akan disambut gembira oleh koalisi pemerintahan Joko Widodo.
Sukmo melihat KUM terlalu terburu-buru dan tidak rasional mengusung Amien Rais tanpa melihat hasil survei dan kegagalan pada pencapresan yang lalu.
"Berharap seperti Tun Mahathir (Mahathir Mohammad di Pemilu Malaysia-red) sih boleh, tapi apa iya bisa disamakan. Saya kira tidak sama sekali," tuturnya.
(dam)