Pilkada Serasa Pilpres Ditandai Fenomena Ketum Parpol 'Turun Gunung'
Selasa, 26 Juni 2018 - 10:33 WIB
Pilkada Serasa Pilpres Ditandai Fenomena Ketum Parpol 'Turun Gunung'
A
A
A
JAKARTA - Tahun politik melahirkan proses Pilkada serentak 2018 yang waktunya berdekatan dengan proses tahapan dan persiapan pemilu nasional dimana pemilihan legilslatif dan presiden dilaksanakan secara serentak pula. Wajar saja publik mengaitkan Pilkada kali ini serasa Pilpres.
Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima), Sya'roni mengatakan, sangat wajar Pilkada di 171 daerah ini ajang pemanasan para elit parpol untuk menyongsong Pilpres 2019.
"Hasil Pilkada itu nantinya akan dijadikan dasar untuk menyusun strategi politik menghadapi Pemilu 2019," kata Sya'roni saat dihubungi SINDOnews, Selasa (26/6/2018).
Pria yang akrab disapa Roni ini menilai, dalam konteks Pilpres misalnya, hingga hari ini belum ada satu pun pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden yang melakukan deklarasi, padahal pendaftaran pasangan calon tinggal sebulan lagi.
Menurut dia, hal tersebut dikarenakan masing-masing parpol masih menunggu hasil Pilkada 27 Juni 2018. Hasil Pilkada akan dijadikan modal bargaining dalam penyusunan capres/cawapres.
"Melihat begitu pentingnya Pilkada 2018, maka wajar bila para ketua umum parpol turun gunung untuk memenangkan calon-calon yang diusungnya," ujar dia.
Ditambahkan dia, serasa sekali pertarungan Pilkada 2018 bagaikan pertarungan Pilpres. Terutama Pilkada Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, ketiga daerah ini mendapatkan prioritas utama karena sebagai penyumbang suara terbesar secara nasional. Hasil Pilkada di tiga Provinsi banyak dinanti masyarakat Indonesia, terlebih kalangan elit parpol guna menyusun strategi lebih lanjut.
"Parpol yang bisa memenangkan ketiga Pilkada di Jawa, sejatinya sudah melangkahkan satu kakinya menuju kemenangan di Pilpres," tandasnya.
Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima), Sya'roni mengatakan, sangat wajar Pilkada di 171 daerah ini ajang pemanasan para elit parpol untuk menyongsong Pilpres 2019.
"Hasil Pilkada itu nantinya akan dijadikan dasar untuk menyusun strategi politik menghadapi Pemilu 2019," kata Sya'roni saat dihubungi SINDOnews, Selasa (26/6/2018).
Pria yang akrab disapa Roni ini menilai, dalam konteks Pilpres misalnya, hingga hari ini belum ada satu pun pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden yang melakukan deklarasi, padahal pendaftaran pasangan calon tinggal sebulan lagi.
Menurut dia, hal tersebut dikarenakan masing-masing parpol masih menunggu hasil Pilkada 27 Juni 2018. Hasil Pilkada akan dijadikan modal bargaining dalam penyusunan capres/cawapres.
"Melihat begitu pentingnya Pilkada 2018, maka wajar bila para ketua umum parpol turun gunung untuk memenangkan calon-calon yang diusungnya," ujar dia.
Ditambahkan dia, serasa sekali pertarungan Pilkada 2018 bagaikan pertarungan Pilpres. Terutama Pilkada Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, ketiga daerah ini mendapatkan prioritas utama karena sebagai penyumbang suara terbesar secara nasional. Hasil Pilkada di tiga Provinsi banyak dinanti masyarakat Indonesia, terlebih kalangan elit parpol guna menyusun strategi lebih lanjut.
"Parpol yang bisa memenangkan ketiga Pilkada di Jawa, sejatinya sudah melangkahkan satu kakinya menuju kemenangan di Pilpres," tandasnya.
(pur)