Bahayakan Penerbangan, Kemenhub Sita Ratusan Balon Udara

Selasa, 19 Juni 2018 - 21:54 WIB
Bahayakan Penerbangan,...
Bahayakan Penerbangan, Kemenhub Sita Ratusan Balon Udara
A A A
JAKARTA - Ketua Posko Harian Mudik Lebaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Arif Toha menjelaskan, Kemenhub telah menyita ratusan balon udara di wilayah Ponorogo, Pekalongan dan Wonosobo.

Kemenhub melakukan penyitaan bersama anggota Polri dan TNI untuk mengantisipasi ancaman bagi penerbangan.

"Sampai kemarin itu sudah ratusan yang diamankan balon udara. Hari ini akan terus diawasi dan akan bertambah jumlahnya," kata Arif di Posko Nasional Angkutan Mudik Lebaran Kemenhub, Jakarta, Selasa (19/6/2018).

Arif memastikan hingga saat ini keberadaan balon udara belum mengganggu kegiatan penerbangan. "Nanti kita antisipasi saja. Sosialisasi sudah kita lakukan sejak jauh hari sebelumnya. Tapi masyarakat masih saja (menerbangkan balon udara)," ucapnya.

"Ya itu tradisi mungkin ya. Dan kita berharap ke depannya, balon udara yang ada di sekitar jalur penerbangan bisa terus menurun agar tidak mengancam kegiatan penerbangan," tambah dia.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengingatkan bahwa pihak-pihak yang menggunakan atau mengoperasikan balon udara yang mengancam keselamatan penerbangan bisa terkena ancaman pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp500 juta.

Hal tersebut sesuai yang termuat pada pasal 411 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. "Saya sampaikan bahwasanya balon udara ini sangat bahaya," ujar Budi dalam konferensi pers di Posko Angkutan Lebaran Kemenhub, Jakarta, Minggu (17/6/2018).

Menurut Budi, pesawat dapat menabrak atau tertabrak balon-balon udara tersebut dan berisiko terhadap keselamatan penerbangan.

Dia tak ingin Indonesia memperoleh pencabutan larangan terbang maskapai penerbangan Indonesia ke Uni Eropa menjadi tercoreng.

"Ini dapat dipertanyakan juga kepada kita bagaimana kita dapat mengawal prestasi pencabutan pelarangan terbang (EU Flight Ban) maskapai penerbangan Indonesia yang baru kita raih pada Kamis lalu," ujar Budi.
(maf)
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Hapus Monopoli Jasa...
Hapus Monopoli Jasa Kepelabuhanan, Ditjen Hubla Teken Perjanjian Konsesi dengan PT LIS
Persiapkan SDM Unggul,...
Persiapkan SDM Unggul, Kemenhub Kini Punya Program Studi Magister Terapan
Insiden Trigana Air...
Insiden Trigana Air di Bandara Sentani, Kemenhub Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved