Tiga Kader Tersangka KPK, PDIP: Ada yang Ingin Jadi Tersangka dalam Pilkada?

Selasa, 12 Juni 2018 - 15:56 WIB
Tiga Kader Tersangka...
Tiga Kader Tersangka KPK, PDIP: Ada yang Ingin Jadi Tersangka dalam Pilkada?
A A A
JAKARTA - Dalam sepekan di bulan puasa, KPK mencokok tiga kader PDI Perjuangan yang menjadi kepala daerah, yakni Bupati Purbalingga Tasdi, Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar dan Bupati Tulungangung Syahri Mulyo. Tasdi ditetapkan tersangka melalui operasi tangkap tangan (OTT), sedangkan Samanhudi dan Syahri melalui pengembangan OTT.

Menyikapi hal ini, Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menduga ada pihak-pihak yang ingin menjadi 'wasit' dalam Pilkada setelah dirinya turun langsung menyaring informasi ke Blitar dan Tulungagung.

"Kemudian menggunakan berbagai upaya, untuk termasuk menggunakan hukum sabagai alat kekuasaan," ungkap Hasto di Stasiun Senen, Jakarta, Selasa (12/6/2018).

Hasto mengungkapkan, saat dirinya turun ke Tulungagung mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa kasus yang menimpa kader tersebut bagian dari rivalitas pilkada. Bahkan, Hasto mengaku mendapat informasi bahwa dua hari sebelum OTT, ada tim lawan yang menyebut akan ada kejadian luar biasa di Tulungagung.

"Dan kami tau siapa orangnya itu, yang akan merubah peta poltik di Tulungagung. Dan jangan gunakan hukum karena rivalitas dalam pilkada," ujarnya.

Hasto mengaku sepakat pemberantasan korupsi harus ditegakkan. Namun, hal itu didasari atas prinsip kebenaran dan keadilan sesuai mekanisme hukum. Terlebih, kata Hasto, kader PDIP yang tersangkut kasus dugaan korupsi itu memiliki elektabilitas yang tinggi.

Dia berharap, penegak hukum seperti KPK tak menggunakan cara OTT yang tidak tepat yang berpotensi mengorbankan pemerintahan setempat.

"Kemudian di Blitar yang ditangkap bukan pejabat negara, sehingga ada motif apa? Sehingga wajar ketika rakyat di Blitar dan Tulungagung mengatakan ada motif politik di balik hal tersebut, karena yang teratangkap tangan bukan bupati dan wali kotanya kemudian dibangun kesan secara masif," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
KPK Prihatin Belasan...
KPK Prihatin Belasan Tahun OTT, Kepala Daerah Tak Kapok Korupsi
KPK Umumkan 3 OTT, 25...
KPK Umumkan 3 OTT, 25 Orang Ditangkap
Breaking News! KPK OTT...
Breaking News! KPK OTT Bupati di Tulungagung
Breaking News! KPK OTT...
Breaking News! KPK OTT Pejabat Pekanbaru Riau
Penjabat Wali Kota Pekanbaru...
Penjabat Wali Kota Pekanbaru Terjaring OTT KPK
KPK OTT Pejabat Daerah...
KPK OTT Pejabat Daerah di Kuansing Riau
Berita Terkini
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
ASN BPK Kenakan Rompi...
ASN BPK Kenakan Rompi Oranye KPK
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
KPK Periksa Bupati Muara...
KPK Periksa Bupati Muara Enim Edison setelah OTT ASN BPK
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved