Ponsel dan Medsos Mahasiswa Diawasi, Pemerintah Dinilai Panik

Kamis, 07 Juni 2018 - 19:24 WIB
Ponsel dan Medsos Mahasiswa...
Ponsel dan Medsos Mahasiswa Diawasi, Pemerintah Dinilai Panik
A A A
JAKARTA - Langkah Pemerintah melalui Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mencegah paham radikal di kampus dengan cara mencatat nomor telepon seluler (ponsel) dan media sosial (medsos) mahasiswa baru menuai kritik.

Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah, Maneger Nasution menilai upaya tersebut justru menunjukkkan pemerintah sedang panik.

"Pemerintah mengarah pada hal yang represif. Itu akan mengancam masa depan demokrasi kita dan berpotensi melanggar hak kebebasan berpendapat warga negara," tutur Maneger di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (7/6/18). (Baca juga: Nomor Ponsel dan Medsos Diawasi )

Dia mengingatkan pemerintah untuk tidak melakukan tindakan yang justru menimbulkan ketakutan di lingkungan kampus, apalagi terhadap mahasiswa baru.

Menurut dia, cara seperti itu akan membuat mahasiswa, khususnya mahasiswa baru akan tertekan. Lebih dari itu dikhawatirkan akan mengganggu kebebesan berpendapat mahasiswa.

"Karena dinamisasi bangsa itu harus mulai dari kampus. Jadi memang ini mengkhawatirkan kita, jadi saya berharap akal sehat. Betul radikalisme dan terorisme harus kita tolak tapi jangan semua berlebihan semua ada aturannya," tuturnya.

Sebelumnya, Menristek Dikti Mohammad Nasir meminta seluruh rektor, terutama perguruan tinggi negeri (PTN), untuk mencatat semua nomor ponsel dan media sosial mahasiswa barunya.

Dia menjelaskan, pengawasan ini nanti akan dilakukan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Intelijen Negara (BIN).

”Tujuannya kami ingin monitoring. Kami akan bekerja sama dengan BIN dan BNPT. Mereka yang punya hak (untuk mengawasi-red),” katanya seusai rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 6 Juni 2018. Raka Dwi Novianto
(dam)
Berita Terkait
Lawan Aksi Teror, Jabar...
Lawan Aksi Teror, Jabar Dorong Aktivasi Kurikulum Terorisme-Radikalisme
Ungkap Aliran Dana ACT,...
Ungkap Aliran Dana ACT, PPATK Temukan Transaksi ke Negara-negara Berisiko Tinggi Terorisme
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Gerakan Moderasi Pendidikan...
Gerakan Moderasi Pendidikan Dapat Cegah Radikalisme dan Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Berita Terkini
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved