Minimalisir Korupsi, KPK Dukung KPU Larang Eks Koruptor Jadi Caleg

Rabu, 30 Mei 2018 - 22:36 WIB
Minimalisir Korupsi,...
Minimalisir Korupsi, KPK Dukung KPU Larang Eks Koruptor Jadi Caleg
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendukung penuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat dan mengesahkan Peraturan KPU (PKPU) tentang larangan mantan narapidana korupsi ‎atau mantan koruptor maju dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, pihaknya sudah mendengar dan menyimak pemberitaan tentang upaya dan rencana KPK membuat dan menerbitkan PKPU tentang larangan mantan narapidana perkara korupsi maju dalam P‎ileg 2019.
"Kami sudah sampaikan sejak awal, karena sudah dilakukan pembahasan, KPU segera saja menerbitkan itu. Secara subtansi, dari aspek pemberantasan korupsinya, KPK sepaham dengan KPU," tegas Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (30/5/2018) malam.

Febri mengatakan, pimpinan KPK sudah bertemu dengan pimpinan KPU beberapa kali membahas rencana KPU melarang mantan koruptor maju sebagai calon legislatif. Di dalam forum tersebut, pimpinan KPK menyampaikan sikap KPK secara lisan.

"Intinya kami sudah sampaikan bagaimana konsen kita untuk meminimalisir korupsi terjadi lagi karena masyarakat yang dirugikan. Tinggal KPU saja sekarang menerbitkan," tegasnya.

Febri menggariskan, KPK memahami alasan di balik KPU membuat dan akan menerbitkan PKPU tentang larangan tersebut. Salah satu alasan yang sesuai dengan yang selama ini diyakini KPK adalah baik calon anggota legislatif maupun calon kepala daerah sebelum dipidana dalam perkara korupsi, kemudian saat menjabat ternyata masih melakukan korupsi.

"Kalau pelaku korupsi menjadi pimpinan politik atau menduduki jabatan-jabatan politik, kita tahu di sektor politik banyak sekali tarik-menarik kepentingan. Pertimbang-pertimbangannya tidak melulu pertimbangan yang positif terkait pemberantasan korupsi," tegasnya.

Dia menyampaikan, menurut KPK, terpidana maupun mantan terpidana perkara korupsi apalagi di sektor politik memang harus bisa dibatasi untuk menjadi pejabat publik lagi. Sikap seperti ini, lanjut Febri, kalau melihat yang sesuai dengan kewenangan KPK dalam penanganan kasus atau perkara sudah ditunjukkan dan dikongkritkan dengan tuntutan pencabutan hak politik.‎

"Itu bentuk sikap kita. Kami berpandangan agar pelaku-pelaku korupsi itu jangan sampai menduduki jabatan publik. Karena itu akan berisiko lebih besar bagi masyarakat nantinya. Karena kalau di jabatan-jabatan publik seperti DPRD, kepala daerah atau jabatan publik lainnya yang dipilih oleh masyarakat, kita tidak bisa membayangkan kalau koruptor yang duduk di sana dan ada bias-bias kepentingan ketika mereka memimpin nanti," ujarnya.
(pur)
Berita Terkait
Luncurkan Tahapan Pemilu...
Luncurkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Semua Pihak Bantu Sukseskan Pemilu
Calon Anggota KPU Ini...
Calon Anggota KPU Ini Dicecar DPR soal Ratusan Petugas KPPS Meninggal
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Ngotot Ingin Gelar Pilkada...
Ngotot Ingin Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Diingatkan Tragedi Pemilu 2019
Punya Harta Rp9 Miliar,...
Punya Harta Rp9 Miliar, Intip Isi Garasi Ketua KPU Hasyim Asy'ari
Profil 14 Calon Anggota...
Profil 14 Calon Anggota KPU, Petahana hingga Pegiat Pemilu
Berita Terkini
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved