Menag Limpahkan Kewenangan ke MUI

Jum'at, 25 Mei 2018 - 10:25 WIB
Menag Limpahkan Kewenangan...
Menag Limpahkan Kewenangan ke MUI
A A A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya melimpahkan kewenangan mengenai rekomendasi dai atau mubalig kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Nantinya MUI bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di bawah koordinasinya akan memberikan panduan bagi masyarakat untuk memilih mubalig yang kompeten. Langkah tersebut diambil berdasarkan hasil rapat dengan Komisi VIII DPR dan banyaknya masukan dari berbagai kalangan kepada Kemenag.

“Jadi sekarang sepenuhnya sudah menjadi kewenangan MUI, tentu bersama ormas-ormas Islam untuk disikapi secara arif dan bijaksana seperti yang menjadi keputusan rapat kerja hari ini (kemarin),” tutur Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seusai rapat dengan Komisi VIII DPR kemarin.

Apakah nantinya pendataan rekomendasi dai tersebut akan diteruskan atau tidak, hal ini sudah tidak lagi menjadi kewenangan Kemenag. “Sepenuhnya ke depan seperti apa itu berpulang ke ormas-ormas Islam di bawah naungan MUI untuk menyikapi itu. Jadi Kemenag sifatnya menyerahkan dan meneruskan daftar itu kepada MUI,” paparnya.

Karena itu, menurut Menag, masyarakat yang ingin mendapatkan daftar terbaru atau mengajukan usulan atas rekomendasi daftar dai berikutnya bisa mengajukan lewat ormas-ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) atau Muhammadiyah berkoordinasi dengan MUI.

“Kita sepenuhnya percaya penuh bahwa MUI itu tempatnya para ulama untuk menyikapi masalah itu,” katanya. Dalam rapat dengan DPR kemarin, Menag menjelaskan alasan pihaknya mengeluarkan daftar 200 penceramah yang belakangan menjadi polemik di masyarakat.

Menurutnya, Kemenag kerap kali mendapatkan permintaan rekomendasi dari sejumlah instansi seperti masjid yang ada di bawah lembaga maupun kementerian, termasuk permintaan dari sejumlah individu, atas daftar penceramah yang layak memberikan ceramah.

Namun belakangan sejak menjelang Ramadhan, permintaan tersebut semakin banyak sehingga untuk mempermudah masyarakat, pihaknya akhirnya mengeluarkan daftar 200 nama penceramah yang sifatnya sementara. Selanjutnya Kemenag meminta pandangan sejumlah ormas Islam dan tokoh agama hingga akhirnya muncul 200 nama penceramah yang direkomendasikan.

"Kemudian kami sampaikan dalam bentuk rilis yang sifatnya sementara dan ini tahap pertama. Jadi akan terus dilakukan updating seiring masukan dari sejumlah ormas Islam dan pihak-pihak lain,” sebutnya.

Ketika rilis tersebut dikeluarkan dan ternyata menimbulkan polemik, pihaknya langsung meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat.

“Kami menerima berbagai masukan dan kami sampaikan kepada MUI untuk mendalami,” ucapnya. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII kemarin, sejumlah anggota Komisi VIII memprotes keras keluarnya rekomendasi tersebut yang dinilai justru meresahkan masyarakat.

“Saya dapil Banten, isinya ulama semua. Kenapa ada rilis ini? Lebih baik dihentikan saja. Yang menyematkan sebutan ulama itu kan masyarakat,” kata anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PAN Yandri Susanto.

Protes juga disampaikan anggota Fraksi NasDem Chairul Muna. “Saya juga bingung nggak masuk rilis, padahal saya juga ulama di kampung halaman saya,” katanya. Komisi VII akhirnya menyetujui masalah rekomendasi mubalig ini diserahkan kepada ormas-ormas Islam bersama MUI.

“Kami minta Menag untuk menyerahkan daftar nama mubalig ini ke MUI dan ormas-ormas Islam untuk disikapi sesuai dengan kebutuhan secara arif dan bijaksana,” tutur Ketua Komisi VIII M Ali Taher. (Abdul Rochim)
(nfl)
Berita Terkait
Nilai IKPA Kemenag Meningkat,...
Nilai IKPA Kemenag Meningkat, Sekretaris Itjen Sebut Pengawasan Jadi Kunci
Sekjen Kemenag Bicara...
Sekjen Kemenag Bicara Kemanusiaan dan Lingkungan di Konferensi Islam ASEAN
Jadi Menag, MUI Ingatkan...
Jadi Menag, MUI Ingatkan Ada Sejumlah PR Besar Gus Yaqut
Kemenag Target PTKI...
Kemenag Target PTKI Tahun Ini Gelar Program Rekognisi Pembelajaran Lampau, Apa Itu?
Capai Target 10 Juta,...
Capai Target 10 Juta, Kemenag Revitalisasi Unit Percetakan Al-Qur'an
PaRD Leadership Meeting...
PaRD Leadership Meeting 2025 Bahas Peran Agama dalam Pembangunan Global
Berita Terkini
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved