JIMM Siap Cetak Kader Muda Inovatif

Kamis, 24 Mei 2018 - 10:32 WIB
JIMM Siap Cetak Kader...
JIMM Siap Cetak Kader Muda Inovatif
A A A
MALANG - Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) berupaya menghimpun para kader intelektual Muhammadyah untuk mendorong intelektualitas yang inovatif.

Upaya ini dilakukan dengan menggandeng Pusat Studi Islam dan Filsafat Universitas Muhammadiyah Malang (PSIF UMM).

Salah satu bentuk mencetak kader intelektual yang inovatif ini diwujudkan JIMM dan PSIF UMM, dengan menggelar Tadarus Pemikiran Nasional bertemakan Rebranding Muhammadiyah: Dialetika Otentisitas dan Perubahan dalam Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah di RSS UMM.

Rektor UMM Fauzan menilai kegiatan intelektual seperti ini sangat penting bagi Muhammadiyah, karena dalam internal persyarikatan selalu muncul perdebatan tentang hal-hal yang bersifat ideologi, baik berkaitan dengan pemikiran maupun gerakan.

“Muhammadiyah membutuhkan kegiatan intelektual seperti ini. Sebaiknya acara seperti ini sering-sering diadakan, jangan hanya ketika Ramadhan,” katanya, Rabu 23 Mei 2018.

Salah satu pembicara utama, Sudarnorto Abdul Hakim dari Majelis Dikti PP Muhammadiyah menyampaikan, dalam mengawal masa depan, Muhammadiyah, khususnya para pemudanya harus menyiapkan berbagai bekal.

Meski demikian, nilai-nilai kemurnian lembaga harus terus dipegang.“Otentik atau authenticity merupakan bagian penting yang dimiliki organisasi Muhammadiyah. Otentik secara harfiah berarti orisinal, keaslian, dan kemurnian,” sampainya.

Sudarnorto mengatakan, hal berikutnya yang perlu menjadi fokus adalah bagaimana Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dapat memberikan kontribusi inovatif terutama dalam menghadapi problem-problem atau tantangan-tantangan besar yang menerpa masyarakat.

“Baik itu menerpa umat, bangsa bahkan masyarakat internasional,”tegasnya.

Sudarnorto menggaris bawahi bahwa saat ini banyak organisasi atau gerakan Islam yang minimalis dan sekadar mencukupkan diri untuk survive sehingga hanya menggelar acara rutin-rutin saja. Kebanyakan diantara mereka, tidak memiliki hal-hal baru yang bisa dikontribusikan ke masyarakat.

“Bahkan kita pernah mencatat juga banyak organisasi-organisasi kemasyarakatan bahkan politik tiba-tiba bangkrut dan tidak lagi muncul lagi,”pungkasnya.

Tercatat 218 peserta mengikuti acara ini dan 32 di antaranya akan mempresentasikan makalah. Mereka berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Papua hingga Sulawesi. Sementara itu, topik-topik yang diangkat antara lain, Era Baru Gerakan Muhammadiyah: Peluang dan Tantangan, Muhammadiyah dan Internasionalisasi Pemikiran Islam, Gerakan Perdamaian dan Kontra-Radikalisme, serta Aktualisasi Jihad Digital Muhammadiyah di Era Kekinian.
(dam)
Berita Terkait
Komentar Bernada Ancaman,...
Komentar Bernada Ancaman, Peneliti BRIN Dilaporkan Muhammadiyah Jombang ke Polisi
BSI dan Muhammadiyah...
BSI dan Muhammadiyah Berkolaborasi Membangun Umat Melalui Masjid Padepokan KH Ahmad Dahlan
Daftar Aset dan Kekayaan...
Daftar Aset dan Kekayaan Organisasi Islam Muhammadiyah
Tanwir PP Muhammadiyah...
Tanwir PP Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah 2021 Tetapkan Muktamar November 2022
E-Voting Sementara Tanwir...
E-Voting Sementara Tanwir Muhammadiyah, Anwar Abbas Tertinggi
Ortom Muhammadiyah Siap...
Ortom Muhammadiyah Siap Kolaborasi dengan Bobby Nasution
Berita Terkini
Tudingan Revisi UU Polri...
Tudingan Revisi UU Polri untuk Perpanjang Masa Jabatan Kapolri Dinilai Tak Berdasar
5.950 WNI Dapat Penghapusan...
5.950 WNI Dapat Penghapusan Denda Overstay dari Kamboja
Prabowo Jadi Inspektur...
Prabowo Jadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
Waisak 2026, Menag:...
Waisak 2026, Menag: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia
Tim Kolaborasi Film...
Tim Kolaborasi Film Pesta Babi Buka Suara setelah Mama Sinta Lapor Polisi
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved