Perlu Taktik Khusus Cegah Munculnya Aksi Terorisme

Senin, 21 Mei 2018 - 17:08 WIB
Perlu Taktik Khusus...
Perlu Taktik Khusus Cegah Munculnya Aksi Terorisme
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui aparat keamanan dinilai harus memiliki strategi khusus dalam mencegah terjadinya aksi terorisme.

Peneliti Kajian Strategis Intelijen dari Universitas Indonesia (UI) Ridwan Habib mengingatkan pemerintah untuk lebih memperhatikan sisi taktikal dalam mencegah terjadinya serangan terorisme.

Hal itu diungkapkan Ridwan menyikapi aksi terorisme yang terjadi di berbagai tempat di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

"Kita setiap hari memikirkan besok masuk kerja jam 9 pulang jam 4, tapi mereka setiap hari hanya memikirkan besok serangannya apa, tujuannya ke siapa dan bagaimana. Itu yang menjadi perhatian penting bagi kita," tutur Habib dalam diskusi yang digelar Centre for Strategic and International Studies (CSIS) bertajuk Dinamika Ancaman Terorisme: Ideologi,Jejaring dan Strategi yang berlangsung di Gedung Pakarti Center, Jakarta (21/5/2018).

Selain dari sisi taktikal, kata dia, antisipasi aksi terorisme dari sisi sosial juga penting. Masyarakat seharusnya tidak menjauhi atau mengucilkan orang-orang yang dicurigai sebagai teroris.

"Ajak mereka berbicara, ajak mereka ikut kegiatan pengajian atau pun kegiatan di lingkungan rumah. Agar mereka tersadar kalau kehadiran mereka dibutuhkan di sana dan mungkin akan tersadar nantinya," tuturnya.

Sementara itu, peneliti Departemen Hubungan Internasional CSIS, Fitriani menyoroti kehidupan anak-anak dari orang yang terlibat kasus terorisme.

Menurut dia, berdasarkan hasil penelitian, ada kecenderungan ada sikap masyarakat yang mengucilkan anak-anak dari orang yang diduga terlibat terorisme.

"Untuk masuk sekolah negeri saja kadang-kadang harus ada data-data yang lengkap. Sementara enggak semua punya akta, dan enggak semua orang tua mereka punya surat nikah, itu susah," tandas Fitri.

Pada akhirnya, sambung dia, anak-anak itu diterima oleh orang dari kelompok yang sudah radikal. Mereka merasa memiliki tanggung jawab.
(dam)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved