Bertemu di PBNU, KH Said Aqil-Anwar Ibrahim Bahas Tantangan Umat Islam

Senin, 21 Mei 2018 - 04:42 WIB
Bertemu di PBNU, KH...
Bertemu di PBNU, KH Said Aqil-Anwar Ibrahim Bahas Tantangan Umat Islam
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Syiraj menerima kunjungan politikus sekaligus pejuang reformasi Malaysia, Sri Dato Anwar Ibrahim.

Anwar Ibrahim tiba di Gedung PBNU, Jakarta, Minggu (20/5/2018) pukul 20.30 WIB. Kedatangan Anwar disambut hangat jajaran pimpinan PBNU.

Pertemuan diwarnai diskusi seputar tantangan umat Islam khususnya di Indonesia dan Malaysia serta cerita Anwar yang memiliki kedekatan dengan ulama-ulama NU di masa lalu.

Dalam keterangan pers yang disampaikan usai pertemuan, Said Aqil mengatakan tantangan umat Islam di Indonesia dan beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam relatif sama, yakni radikalisme yang mengatasnamakan agama.

Said mengatakan, sejatinya radikalisme tidak berasal dari Asia Tenggara, melainkan Timur Tengah. Paham itu, lanjut Said, diimpor ke negara-negara seperti Indonesia dalam bentuk teror

"Radikalisme datangnya dari Timur Tengah. Tapi yang kerepotan, kena imbasnya kita semua. Yang kena bom, kita korban ya," kata Said.

Karenanya, Said mendorong agar Indonesia dan Malaysia memelopori syiar Islam yang ramah dan bermanfaat bagi umat manusia. "Islam yang ramah dan rahmatan lil alamin," kata Said.

Ajakan PBNU untuk mengenalkan Islam yang ramah disambut baik Anwar Ibrahim. Sebagai pribadi yang telah mengenal perjuangan NU dan pernah melakukan persinggungan langsung dengan mantan Ketua PBNU Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Anwar sepakat Indonesia dan Malaysia harus memprakarsai pengenalan Islam yang ramah dan damai.

"Saya berteman baik dengan Gus Dur. Malam ini kita fokus membahas persoalan yang menjadi fokus utama umat Islam. Untuk menyederhanakan pemahaman Islam, agar mudah difahami dan menjadi rahmatan lil alamin," kata Anwar.

Anwar pun mengundang Said Aqil untuk datang ke Malaysia dalam rangka mempromosikan Islam yang ramah. Dia berharap, persahabatan antara Indonesia dan Malaysia bisa digunakan untuk mempercepat pengenalan Islam yang ramah tersebut.

"Saya senang untuk undang Pak Kiai ke Malaysia untuk memanfaatkan perkawanan kita. Terutama dengan pemerintahan baru. Semoga perlawanan kita lebih akrab dan lebih berkesan," kata Anwar.
(pur)
Berita Terkait
PWNU DKI Jakarta Tanda...
PWNU DKI Jakarta Tanda Tangani Kerja Sama Penyediaan AptameX
Universitas Nahdlatul...
Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta Gandeng ICP Kembangkan Blockchain
Nahdlatul Aulia Sambangi...
Nahdlatul Aulia Sambangi NU dan Muhammadiyah
Perkuat Program Desmigratif,...
Perkuat Program Desmigratif, Kemnaker Jalin Kerja Sama dengan LKKNU
Urgensi NU Kembali ke...
Urgensi NU Kembali ke Khittah 1926, KH Imam Jazuli: Menegakkan Konstitusi Organisasi Keulamaan
China dan PBNU Sepakat...
China dan PBNU Sepakat Kerja Sama terkait Isu Internasional
Berita Terkini
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Tony Blair di Kertanegara Senin Malam Bahas Apa?
Pimpinan BGN Datangi...
Pimpinan BGN Datangi KPK, Nanik S Deyang: Kerja Sama
Status Quo Jabatan Fungsional...
Status Quo Jabatan Fungsional ASN
Momen Prabowo Sambut...
Momen Prabowo Sambut PM Narendra Modi di Istana Merdeka
Bareskrim Backup Penyidikan...
Bareskrim Backup Penyidikan Korupsi Pasokan Batu Bara yang Bikin Negara Rugi Rp5 Triliun
3 Polisi Gugur saat...
3 Polisi Gugur saat Operasi Berantas Narkoba di Katingan, DPR: Usut Tuntas
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved