Pengamat Pertahanan Ini Beberkan Terkait Satuan Koopssusgab

Sabtu, 19 Mei 2018 - 16:36 WIB
Pengamat Pertahanan...
Pengamat Pertahanan Ini Beberkan Terkait Satuan Koopssusgab
A A A
JAKARTA - Pengamat Pertahanan, Susaningtyas Kertopati menganggap, rencana mengaktifkan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk menangkal aksi terorisme sampai sekarang masih tetap operasional.

Artinya kata dia, komando Pasukan Khusus dan Komando Satuan Khusus sampai sekarang di bawah pembinaan masing-masing angkatan.

"Karena tugas pokok dan fungsinya adalah pelengkap pasukan reguler," kata Susaningtyas usai diskusi di Kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (19/5/2018).

Perempuan yang akrab disapa Nuning ini menjelaskan, pasukan khusus dibentuk untuk menjadi ujung tombak pasukan reguler masing-masing angkatan dalam skala perang terbuka.

Menurutnya, setiap pasukan khusus memiliki standar keahlian yang berbeda sesuai ciri khas dan karakteristik setiap operasi tempur. Selanjutnya kata dia, kemampuan anti teror setiap angkatan juga berbeda.

Dia mengungkapkan, Kopassus dilatih anti teror di darat sebagai salah satu dari 4 kemampuan dasar yang harus dimiliki. Satuan Penanggulangan Teror Kopassus merupakan detasemen tersendiri.

Sementara, Kopaska dan Taifib dilatih anti teror di laut sebagai salah satu dari 11 kemampuan dasar yang harus dikuasai. Pasukan khusus anti teror di laut merupakan gabungan prajurit Kopaska dan Taifib dalam satuan Detasemen Jala Mengkara.

Demikian juga Korpaskhas, memiliki Detasemen Bravo untuk anti teror dan pembebasan sandera di bandara. Nuning menganggap, rencana pemerintah menghidupkan Koopssusgab berdasarkan kebutuhan tugas, bukan satuan permanen.

Koopssusgab kata Nuning, memiliki tugas mencapai misi tertentu dan dalam jangka waktu tertentu, seperti antiteror. Dia menilai, keinginan Presiden Jokowi untuk menghidupkan kembali Koopssusgab TNI sudah tepat sesuai amanat UU Pertahanan Negara dan UU TNI.

"Yang perlu diatur sekarang adalah Perpres untuk menugaskan Koopssusgab TNI sebagai salah satu kebijakan Presiden untuk mensinergikan dengan Detasemen 88 Polri," tukasnya.
(maf)
Berita Terkait
BREAKING NEWS, Densus...
BREAKING NEWS, Densus 88 Antiteror Tangkap Teroris di Bekasi
Terkait ISIS, Ini Identitas...
Terkait ISIS, Ini Identitas Lengkap Terduga Teroris di Bekasi
Pria Australia Didakwa...
Pria Australia Didakwa UU Terorisme karena Serukan Pembunuhan Muslim
BNPT dan LPSK Bahas...
BNPT dan LPSK Bahas PP Perlindungan Korban Terorisme
Seorang WNI Jadi Orang...
Seorang WNI Jadi Orang Pertama yang Diadili di Bawah UU Terorisme Baru Filipina
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved