Pemerintah Diminta Tegas Cegah Bullying di Medsos

Senin, 14 Mei 2018 - 14:02 WIB
Pemerintah Diminta Tegas...
Pemerintah Diminta Tegas Cegah Bullying di Medsos
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta tegas dalam menangani persoalan bullying yang semakin marak di masyarakat. Salah satunya, bullying yang dilakukan melalui media sosial (medsos). Pemberian sanksi bagi pelaku harus benar-benar diterapkan agar memberikan efek jera.

Hal itu dikatakan Ketua Jakarta Loyalis, Reza Shidqi, saat acara kampanye 'Stop Bullying' bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti, dan perwakilan Kemensos, serta sejumlah artis ibu kota, di acara Car Free Day, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu 13 Mei 2018.

"Sudah banyak yang menjadi korban bullyng, bahkan hingga berujung pada jatuhnya korban jiwa. Ada korban yang bunuh diri karena tidak kuat dibully. Kondisi ini harus ditangani dengan serius," kata Reza Shidqi.

Reza yang juga menjadi panitia acara berharap, melalui kegiatan kampanye Stop Bullying dan peluncuran hashtag #JanganDianggapRemeh, kejadian bullying tidak terulang kembali. Masyarakat juga harus menyadari, betapa berbahayanya masalah ini. "Jadi mari kita bersama-sama menyuarakan Stop Bullying," katanya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, yang hadir dalam kegiatan itu, memiliki perhatian serius terhadap bullying yang marak terjadi. Hal ini karena ia sendiri merupakan korban bullying, dan telah mengalaminya sejak kecil.

Bahkan, sampai saat ini Sandiaga mengaku masih kerap dibully, terutama di media sosial (medsos). "Sebagai orang yang pernah menjadi korban bully, saya mengajak seluruh masyarakat melawan bully dengan mengkampanyekan stop bullying," ujar Sandiaga.

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengungkapkan, bullying di media sosial jauh lebih berbahaya dibanding bullying secara langsung. Karena biasanya para pengguna medsos dapat leluasa membully karena merasa bebas.

"Hal inilah yang musti menjadi perhatian pemerintah dan kita bersama tentunya. Mari bijak dalam menggunakan medsos," tandasnya.

Dari pantauan, kampanye Stop Bullying dihadiri sejumlah artis terkenal, di antaranya penyanyi Syahrini, Saykoji, Jhony Iskandar, Tony Q, Young Lex, Stand up comedian Mosidik, Ridwan Remin, dan artis-artis lainnya.
(maf)
Berita Terkait
Soroti Pernyataan Amien...
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pengamat Ingatkan Bahaya Politik Fitnah
Polemik Penceramah Radikal,...
Polemik Penceramah Radikal, DPR: Penyebaran Radikalisme dan Ekstremisme Meningkat
Bikin Malu, Setop Polemik...
Bikin Malu, Setop Polemik Bansos Antara Pemprov DKI dan Pusat
Tuai Polemik Soal Merek...
Tuai Polemik Soal Merek Dagang, Pakar Jelaskan Makna Mie Gacoan
Eri Syofiar Minta Maaf...
Eri Syofiar Minta Maaf Gunakan Akun Palsu untuk Fitnah Mulyadi
Skandal Impor Beras,...
Skandal Impor Beras, Politikus PDIP Ajak Perangi Bandit Pangan yang Ambil Duit Negara
Berita Terkini
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved