PDIP: Peristiwa Mako Brimob dan Bom Surabaya Harus Jadi Terakhir

Minggu, 13 Mei 2018 - 15:50 WIB
PDIP: Peristiwa Mako...
PDIP: Peristiwa Mako Brimob dan Bom Surabaya Harus Jadi Terakhir
A A A
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengucapkan duka cita atas korban terorisme yang berturut-turut terjadi di Mako Brimob dan Bom Surabaya.Peristiwa tersebut dinilai PDIP menjadi batas akhir bagi gerakan radikalisme yang anti-Pancasila dan merongrong kewibawaan negara.“Apa yang terjadi di Mako Brimob dan pengeboman di Surabaya merupakan satu rangkaian peristiwa yang nyata-nyata bertujuan melawan negara, dan intimidasi kolektif bagi rakyat dengan menyebarkan terorisme. Negara tidak boleh kalah dan harus melakukan mobilisasi seluruh instrumen negara untuk melawan terorisme,” kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (13/5/2018).Menyikapi peristiwa tersebut, kata dia, PDIP memberikan dukungan sepenuhnya terhadap seluruh upaya Pemerintah Jokowi untuk melawan segala bentuk terorisme yang berawal dari paham radikalisme.Menurut dia, negara berkewajiban melindungi rakyat. Hukum tertinggi dalam negara adalah kedaulatan negara itu sendiri. "Siapa pun yang merongrong kewibawaan negara harus dihadapi dengan menggunakan seluruh pendekatan hukum, politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan, serta menggalang kekuatan rakyat untuk terlibat aktif di dalam melawan paham radikalisme," tuturnya.
Dia menegaskan negara berhak menggunakan seluruh instrumen negara, baik hukum, Polri dan TNI, serta birokrasi negara untuk melawan terorisme. Pembukaan UUD 1945 telah menegaskan pemerintahan negara dibentuk salah satunya bertujuan untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

"Perintah konstitusi inilah yang menjadi dasar hukum tertinggi di dalam memberantas terorisme," tandasnya

PDIP juga berharap peristiwa di Mako Brimob dan korban Bom Surabaya harus menjadi yang terakhir. Kedua peristiwa tersebut, kata dia, menjadi batas akhir bagi negara untuk tidak boleh kalah terhadap gerakan terorisme di Indonesia.

“Kekuatan mayoritas diam harus bangkit. Kita tidak boleh takut terhadap terorisme. Sebab mereka adalah para pengecut yang tidak boleh lagi mendapatkan hal hidup di negara cinta damai ini,” katanya.
(dam)
Berita Terkait
PDIP Surabaya Gencar...
PDIP Surabaya Gencar Kenalkan Sosok Ganjar Pranowo hingga Akar Rumput
Beredar Mosi Tidak Percaya...
Beredar Mosi Tidak Percaya Kader PDIP Surabaya terhadap Whisnu Sakti
Mantan Ketua DPC PDIP...
Mantan Ketua DPC PDIP Surabaya Pertanyakan Dana Pembangunan Kantor Partai
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
PDIP Jabar Kecam Teror...
PDIP Jabar Kecam Teror Bom Molotov, Desak Polisi Usut Tuntas
Berita Terkini
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Infografis
Gaza Harus Diperlakukan...
Gaza Harus Diperlakukan seperti Jepang dan Jerman setelah PD II
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved