Namanya Sering Disebut, Pengamat: Rommy Ada di Hati Jokowi
Kamis, 26 April 2018 - 14:40 WIB
Namanya Sering Disebut, Pengamat: Rommy Ada di Hati Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Kedekatan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) dengan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) kian terlihat beberapa waktu terakhir. Misalnya saat Munas Alim Ulama di Semarang beberapa waktu lalu. Nama Rommy juga disebut Jokowi saat tampil di salah satu televisi swasta, Rabu (25/4/2018) malam.
Pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing mengatakan, seringnya Rommy disebut menunjukkan bahwa nama itu memiliki kedekatan dengan Jokowi. Rommy seakan ada di pikiran Jokowi, sehingga mudah disebut. “Saat nama seseorang sering disebut itu, maka nama itu sebenarnya ada di pikiran dan hati seseorang,” kata Emrus di Jakarta, Kamis (26/4/2018).
Direktur Emrus Corner ini menambahkan, meskipun belum jaminan, namun setidaknya nama itu bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk masuk dalam bursa cawapres dalam Pilpres 2019 . Sebab untuk menjadi cawapres Jokowi, ada beberapa pertimbangan yang akan diperhitungkan. Mulai dari kenyamanan, elektabilitas, hingga bisa menjawab semua isu miring yang selama ini dialamatkan ke Jokowi.
“Isu seperti PKI dan pro China merupakan beberapa isu miring yang dialamatkan ke Jokowi yang harus juga bisa dijawab oleh cawapres. Jika isu-isu miring itu bisa dijawab, maka peluangnya bisa menjadi lebih besar untuk menjadi cawapres,” ujarnya.
Emrus melihat Rommy sebagai sosok muda yang intelektual, santri, dan santun. Profil ini bisa dijual untuk bursa cawapres. Namun yang perlu diperhatikan lagi adalah masalah elektabilitas. Sejauh mana Rommy juga bisa menyumbang elektabilitas jika dipasangkan dengan Jokowi. "Sebagai salah satu tokoh santri yang engineer, Rommy punya peluang besar," terangnya.
Pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing mengatakan, seringnya Rommy disebut menunjukkan bahwa nama itu memiliki kedekatan dengan Jokowi. Rommy seakan ada di pikiran Jokowi, sehingga mudah disebut. “Saat nama seseorang sering disebut itu, maka nama itu sebenarnya ada di pikiran dan hati seseorang,” kata Emrus di Jakarta, Kamis (26/4/2018).
Direktur Emrus Corner ini menambahkan, meskipun belum jaminan, namun setidaknya nama itu bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk masuk dalam bursa cawapres dalam Pilpres 2019 . Sebab untuk menjadi cawapres Jokowi, ada beberapa pertimbangan yang akan diperhitungkan. Mulai dari kenyamanan, elektabilitas, hingga bisa menjawab semua isu miring yang selama ini dialamatkan ke Jokowi.
“Isu seperti PKI dan pro China merupakan beberapa isu miring yang dialamatkan ke Jokowi yang harus juga bisa dijawab oleh cawapres. Jika isu-isu miring itu bisa dijawab, maka peluangnya bisa menjadi lebih besar untuk menjadi cawapres,” ujarnya.
Emrus melihat Rommy sebagai sosok muda yang intelektual, santri, dan santun. Profil ini bisa dijual untuk bursa cawapres. Namun yang perlu diperhatikan lagi adalah masalah elektabilitas. Sejauh mana Rommy juga bisa menyumbang elektabilitas jika dipasangkan dengan Jokowi. "Sebagai salah satu tokoh santri yang engineer, Rommy punya peluang besar," terangnya.
(poe)