Pencopotan Kader Tanpa Prosedur AD/ART Dinilai Bukan Tradisi di PKS

Senin, 09 April 2018 - 10:38 WIB
Pencopotan Kader Tanpa...
Pencopotan Kader Tanpa Prosedur AD/ART Dinilai Bukan Tradisi di PKS
A A A
JAKARTA - Setelah mencopot para pimpinan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di Jawa Tengah dan Sumatera Selatan, DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikabarkan tengah melakukan pergantian ketua DPW Sulawesi Tengah.

Kabar itu berhembus setelah beredarnya surat resmi dari DPP PKS tentang penyerahan Surat Keputusan (SK) DPW Sulawesi Tengah, yang di dalam surat itu dilaksanakan pada Sabtu (7/4), dan ditandatangani oleh Aus Hidayat Nur, ketua Wilda Sulawesi. Sampai berita ini ditulis, Aus Hidayat Nur belum bisa dimintai konfirmasinya.

Politikus PKS Mahfuz Siddiq menanggapi isu pergantian mendadak pengurus DPW PKS di beberapa daerah belakangan ini. Menurutnya, pergantin mendadak itu mengherankan dan bukan tradisi PKS.

“Saya juga heran. Itu bukan tradisi organisasi di PKS. Pergantian mendadak dan sepihak, tanpa alasan dan prosedur yang jelas seperti diatur AD/ART. Dalam ingatan saya sejak awal berdiri partai ini tahun 1999, baru pada era kepengurusan sekarang terjadi kasus penggantian pengurus secara dadakan dan pemecatan kader dalam jumlah yang terus bertambah.” kata Mahfuz melalui keterangan tertulis, Senin (9/4/2018).

Menurut anggota DPR 3 periode dari daerah pemilihan Cirebon dan Indramayu ini, tindakan pemberhantian dan pemecatan santer diopinikan sebagai pembersihan loyalis Anis Matta. Perlawanan balik pun muncul, bahkan dengan mengikuti jejak Fahri Hamzah yaitu melalui jalur hukum.

“Ya sah dan wajar saja. Kalau ada pihak yang merasa dizalimi lalu menggugat secara hukum. Kan itu bagian dari hak warga negara. Partai pun secara organisasi tunduk pada hukum negara.” kata Mahfuz.

Sebelumnya, buntut perombakan terhadap pengurus wilayah PKS di beberapa daerah menuai penolakan. Seperti yang terjadi di Sumatera Selatan, pemecatan Erza Saladin sebagai ketua DPW PKS Sumatera Selatan berbuntut panjang. Sebanyak 11 ketua DPD yang merasa tidak menemukan adanya kesalahan yang dilanggar menolak dan meminta klarifikasi kepada DPP PKS di Jakarta.
(pur)
Berita Terkait
PKS Gelontorkan Bantuan...
PKS Gelontorkan Bantuan untuk Warga Jateng
Daftar Lengkap Susunan...
Daftar Lengkap Susunan Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah PKS Periode 2025-2030
Profil Singkat 3 Kader...
Profil Singkat 3 Kader PKS yang Berpeluang Ramaikan Pilpres 2024
Ketua Majelis Syura...
Ketua Majelis Syura PKS Periode 2025-2030 Ditentukan Pekan Ini
Anis Buka-bukaan soal...
Anis Buka-bukaan soal Misi Besar PKS
Walaupun Oposisi, PKS...
Walaupun Oposisi, PKS Tegaskan Ingin Berpolitik yang Asyik
Berita Terkini
Menko PM: SDM Unggul...
Menko PM: SDM Unggul dan Teknologi Kunci Kemajuan Bangsa
KJRI Johor Bahru Bantu...
KJRI Johor Bahru Bantu Biayai Deportasi 90 PMI dari Malaysia ke Batam
Sidang Ijazah Jokowi,...
Sidang Ijazah Jokowi, Kubu Dokter Tifa Desak JPU Serahkan BAP Ahli dan Daftar Barbuk
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Tito Setuju Kepala Daerah Dapat Bonus dari PAD
Selain Bobby Rizaldi,...
Selain Bobby Rizaldi, Tenaga Ahli hingga Dirjen PKN BPK juga Diperiksa KPK terkait Kasus Bupati Muara Enim
Dokter Tifa Ungkit 12...
Dokter Tifa Ungkit 12 Tahun Jokowi Jadi Pejabat: Tak Pernah Akui Lulusan UGM hingga Tak Diundang Reuni
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved