Kowani: Berbicara Perempuan Tidak Hanya Soal Sanggul

Rabu, 04 April 2018 - 11:49 WIB
Kowani: Berbicara Perempuan...
Kowani: Berbicara Perempuan Tidak Hanya Soal Sanggul
A A A
JAKARTA - Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang di dalamnya menyinggung tentang azan dan cadar menjadi kontroversi. Puisi berjudul Ibu Indonesia itu pun menuai polemik.

Menyikapi polemik tersebut, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo berpendapat di Bumi Pertiwi yang beragam ini, setiap orang harus dapat menjaga dan menghargai keragaman, termasuk menghindari perbuatan yang menyinggung keyakinan beragama.

Menurut Giwo, berbicara perempuan tidak hanya bicara sanggul. Perempuan cantik, tidak hanya cantik penampilan, tapi juga cantik batin, yakni hati, kecerdasan, wawasan, ahlak.

"Lebih-lebih Kowani yang mendapat mandat sebagai Ibu Bangsa yang merupakan hasil keputusan Kongres Perempuan ke II tahun 1935. Di mana kewajiban perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa yang berarti berusaha membina pertumbuhan generasi penerus yang lebih sadar kebangsaannya," tutur Giwo dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Selasa 3 Maret 2018.

Dia menegaskan, sudah menjadi aturan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), setiap orang dilarang untuk bicara yang menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) demi keutuhan bangsa Indonesia.

Giwo mengaku prihatin karena Isu SARA sepertinya tidak pernah mati. Ada saja pihak yang menggunakan isu SARA sebbagai senjata untuk meraih tujuan.

"Entah itu tujuan politik atau ekonomi. Bak komoditas yang laris manis, isu SARA selalu saja diproduksi dan direproduksi meski rambu regulasi sudah banyak diterbitkan di Indonesia," tandasnya.

Dia mengungkapkan, sebenarnya nama Ibu Indonesia adalah suatu hal yang mulia. Berdasarkan hasil keputusan kongres pada 1935, wanita Indonesia wajib menjadi ibu bangsa. Dengan demikian, kata dia, bukan untuk urusan konde dan sebagainya.

Giwo menegaskan tugas sebagai ibu bangsa sangat berat, vital dan urgent, namun sangat mulia karena harus mempersiapkan sebuah generasi yang sehat jasmani dan rohani, jujur, rajin, berkarakter, cakap, pintar, berpengetahuan, tahan uji, kreatif, inovatif, unggul dan berdaya saing.

"Berwawasan luas dan memiliki wawasan kebangsaan yang militan tak mudah menyerah, kokoh tergoyahkan dan membanggakan," tutur Giwo.

Ibu Bangsa memegang teguh persatuan dan kesatuan oleh karenanya maka etika kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi samgat penting.
(dam)
Berita Terkait
Kontroversi Sukmawati:...
Kontroversi Sukmawati: Dugaan Ijazah Palsu Hingga Tersandung Pelecehan Agama
10 Contoh Puisi tentang...
10 Contoh Puisi tentang Keluarga yang Penuh Makna dan Menggugah Perasaan
12 Contoh Puisi Pendek...
12 Contoh Puisi Pendek dengan Berbagai Tema
5 Contoh Puisi Hari...
5 Contoh Puisi Hari Ibu, Indah, Penuh Makna, dan Menyentuh Hati
Sukmawati Soekarnoputri...
Sukmawati Soekarnoputri Akhirnya Peluk Agama Hindu
5 Contoh Puisi Sumpah...
5 Contoh Puisi Sumpah Pemuda Beragam Tema, Cocok untuk Lomba di Sekolah
Berita Terkini
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Infografis
10 Penembak Jitu Terbaik...
10 Penembak Jitu Terbaik di Dunia, Salah Satunya Sniper Perempuan Soviet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved