Ziarah ke Makam Bung Hatta, Rizal Ramli Bicara Peran Koperasi

Sabtu, 31 Maret 2018 - 02:16 WIB
Ziarah ke Makam Bung...
Ziarah ke Makam Bung Hatta, Rizal Ramli Bicara Peran Koperasi
A A A
JAKARTA - Ekonom yang juga mantan Menteri koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli berziarah ke Makam Bung Hatta. Ziarah ini sebagai perjalanan spiritual setelah sebelumnya Rizal berziarah ke Makam Soekarno atau Bung Karno di Blitar.

Rizal mendoakan agar Bung Hatta mendapatkan tempat yang terbaik di Sisi Tuhan, dan cita-citanya untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur bisa dilanjutkan.

"Kalau kita ingat sejarah, bung Hatta di besarkan di Sumatera Barat, tetapi sekolah di Belanda, nah pada saat dia sekolah di Belanda itu, dunia Eropa sedang mengalami krisis ekonomi tahun 1920 an sampai 1930-an," tutur Rizal, Jumat 30 Maret 2018.

Rizal mengaku mengingat jasa dan perjuangan Bung Hatta untuk menata ekonomi Indonesia di tengah 'kebringasan' kapitalisme yang mempengaruhi dunia saat itu. Menurutnya, ide ekonomi berwujud koperasi yang digagas bapak pendiri bangsa itu menjadi fundamental ekonomi Indonesia yang sangat penting hingga sekarang.

Selain itu, Bung Hatta juga belajar dan merumuskan, bahwa ada bentuk korporasi untuk rakyat biasa tidak hanya bentuk perusahaan dan korporasi untuk swasta yang besar-besaran, namun Hatta pikirkan bagaimana rakyat yang kecil-kecil petani, buruh, nelayan bisa membentuk apa yang disebut sebagai koperasi yang dimiliki saham oleh semua anggotanya.

Berbeda dengan perusahaan, pemilik sahamnya hanya beberapa orang, kalau koperasi seluruhnya itu di miliki oleh anggota dan manajemen juga terbuka transparan dan harus di kelola secara profesional.

"Nah kalau kita lihat hari ini peranan koperasi masih sangat kecil di Indonesia terutama karena pemerintah belum sungguh- sungguh mengembangkan koperasi," ucap pria yang sudah mendeklarasikan diri menjadi bakal calon Presiden 2019 itu.

Mantan Menteri era Abdurrahman Wahid (Gusdur) ini mengaku masih memiliki optimisme bahwa Koperasi yang menjadi ciri ekonomi kerakyatan masih bisa dikembangkan. Syaratnya koperasi dikelola secara profesional, tidak boleh pengurus itu memperkaya diri sendiri, tapi harus memperkaya anggotanya.

"Mudah- mudahan pada tahun 2019 yang akan datang cita- cita bung Hatta ini, bisa kita laksanakan secepat mungkin, sehingga pikiran besar beliau betul- betul merupakan jalan untuk membuat rakyat kita lebih makmur dan sejahtra, Amin," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
Ini Dia 100 Tokoh Koperasi...
Ini Dia 100 Tokoh Koperasi Berpengaruh di Indonesia
Doa Bersama Mengenang...
Doa Bersama Mengenang Tokoh Pers Nasional Atmakusumah Asraatmadja
Top! Presiden Jokowi...
Top! Presiden Jokowi Terima Anugerah Perdamaian Internasional
Mantan Menteri Penerangan...
Mantan Menteri Penerangan Harmoko Meninggal Dunia
Istri Gubernur Sulawesi...
Istri Gubernur Sulawesi Tenggara Meninggal Dunia Terpapar Covid-19
Raja Pemecutan XI Wafat,...
Raja Pemecutan XI Wafat, Tokoh Spiritual Bali: Almarhum Selalu Gelar Open House saat Galungan
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved