Hanya Usung Satu Nama, Elektabilitas Demokrat Dipertaruhkan

Jum'at, 09 Maret 2018 - 22:16 WIB
Hanya Usung Satu Nama,...
Hanya Usung Satu Nama, Elektabilitas Demokrat Dipertaruhkan
A A A
JAKARTA - Partai Demokrat menjadi salah satu nama besar di perpolitikan Tanah Air. Sejak berdiri di 9 September 2001, nama Partai Demokrat melesat bersama dengan nama besar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang berhasil menjadi Presiden RI untuk dua periode.

Pada tahun 2014 lalu, Demokrat menggelar konvensi yang akhirnya memunculkan nama Dahlan Iskan, menyingkirkan beberapa nama dari internal maupun eksternal. Namun sayang akibat anjloknya perolehan suara partai kala itu, nama Dahlan Iskan batal masuk dalam bursa Capres Partai Demokrat.

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan Demokrat merupakan partai petahana di ajang perpolitikan Indonesia. Artinya 10 tahun berhasil membawa SBY menjadi Presiden RI.

“Di tahun 2014 (Demokrat) tidak jeblok-jeblok banget, ada di peringkat 4 sekitar 6% suara. Jika hanya mengusung satu calon akan merugikan Demokrat. Sebaiknya ada lebih dari satu calon,” ujarnya ditanya soal Rapimnas Partai Demokrat jika mengusung satu nama dalam pencapresan pada Pemilu 2019 di Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Lebih jauh, Hendri memberikan alasannya jika mengusung lebih dari satu calon akan memudahkan partai lain berkoalisi dengan Demokrat. Ada kombinasi yang lebih leluasa dibanding dengan satu nama. Selain itu, dengan lebih satu nama akan memudahkan Demokrat menentukan, akan berada di pihak mana nantinya.

“Apakah satu poros dengan Jokowi, atau satu poros dengan Gerindra atau membuat poros baru. Jika hanya disodorkan satu nama kemungkinan besar agak sulit memainkan kombinasi politik dan rugi juga buat Demokrat. Karena sebetulnya, Demokrat ini punya nama-nama yang menurut saya punya potensi yang bisa diusung untuk di 2019,” tegasnya.

Ketika disinggung siapa saja nama yang potensial untuk diusung di Rapimnas Demokrat, Hendri menyebut nama Chairul Tanjung dan Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi. Menurutnya, dua nama itu potensial selain Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Jadi kalau Demokrat ingin mengusung misalnya AHY, CT dan TGB menurut saya akan lebih leluasa. TGB misalnya, terkenal dan dikenal sebagai pemimpin umat dan berpengalaman di NTB. Begitu juga dengan CT, dikenal sebagai pengusaha dan memiliki toleransi tinggi.

"Kalau mau bermanuver sedikit, bisa juga menghadirkan Pak Karwo. Walaupun elektabilitas Pak Karwo paling kecil, tetapi sebagai gubernur salah satu provinsi terbesar di Indonesia menurut saya layak juga diajukan,” paparnya.

Terkait dengan elektabilitas, Hendri memperhitungkan masih cukup lama untuk penetapan calon. Dimana penetapan calon sampai dengan bulan Agustus. Dengan banyak nama bisa memberikan keleluasaan Demokrat untuk melakukan manuver yang akan berimbas pada meningkatnya elektabilitas.

“Kalau lebih dari satu nama Demokrat, akan memiliki keleluasaan mengajukan nama-nama tokoh yang memiliki kompetensi dan kapabilitas tinggi. Karena kalau misalnya hanya satu nama, kemudian terjadi penolakan di publik, akibatnya akan mengalami terjun bebas. Tetapi kalau ada beberapa nama, masih ada yang menjaga. Ada alternatif dipilih oleh masyarakat,” terangnya.
(kri)
Berita Terkait
5 Provinsi Lumbung Suara...
5 Provinsi Lumbung Suara Partai Demokrat di Pemilu 2019
Pidato Politik Ketua...
Pidato Politik Ketua Umum Partai Demokrat
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Capres Resmi Partai...
Capres Resmi Partai Demokrat dalam Pilpres AS, Siapakah Joe Biden?
Soal Koalisi Partai...
Soal Koalisi Partai Islam, Zulkifli Hasan Ungkap Luka Pilpres 2019
Kuasai Demokrat, Batu...
Kuasai Demokrat, Batu Loncatan Moeldoko Menuju Pilpres 2024?
Berita Terkini
Menangkan Praperadilan...
Menangkan Praperadilan soal Penangkapan, Roy Suryo Kian Pede Jalani Sidang Praperadilan Kedua
Menhut Raja Antoni:...
Menhut Raja Antoni: Hutan Jadi New Engine of Green Growth, Pembangunan-Kelestarian Harus Berjalan Seiring
Hakim Kabulkan Sebagian...
Hakim Kabulkan Sebagian Gugatan Praperadilannya, Roy Suryo: Babak Baru Hukum Indonesia
Dari Sosialisme Islam...
Dari Sosialisme Islam menuju Negara Kesejahteraan: Agenda Kerakyatan SEMMI untuk Indonesia
Rencana Kejagung Jerat...
Rencana Kejagung Jerat Nadiem Makarim dengan TPPU Diapresiasi Pakar Hukum
Indonesia-India Sepakati...
Indonesia-India Sepakati 15 Kerja Sama, Restorasi Candi Prambanan hingga Rudal BrahMos
Infografis
7 Nama Sangat Diperhitungkan...
7 Nama Sangat Diperhitungkan Jadi KSAD Pengganti Maruli Simanjuntak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved