Ketua DPR Ajak Satma PP Waspadai Hoax dan Ancaman Perpecahan
Kamis, 08 Maret 2018 - 12:16 WIB
Ketua DPR Ajak Satma PP Waspadai Hoax dan Ancaman Perpecahan
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan di tengah ancaman disintegrasi bangsa, Pancasila harus senantiasa diamalkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Dia meminta kepada Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila agar menjadi salah satu penjaga kedaulatan ideologi Pancasila. "Melihat para pengurus pusat Sapma Pemuda Pancasila membuat saya yakin tidak akan ada yang berani mengganggu ideologi Pancasila bangsa dan negara kita," ujar Bambang saat menerima Pengurus Pusat Sapma Pemuda Pancasila (Satma PP) di ruang kerja pimpinan DPR, Rabu 7 Maret 2018.
Pria yang biasa disapa Bamsoet ini mengaku khawatir terhadap ancaman disintegrasi bangsa di tengah kealpaan masyarakat mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
"Sapma Pemuda Pancasila mengemban tugas berat menjadi suri tauladan bagi generasi muda lainnya sehingga masyarakat bisa mengetahui apa sejatinya nilai yang terkandung dalam Pancasila. Jadikanlah nilai-nilai Pancasila sebagai napas dalam kehidupan pergaulan sehari-hari," tuturnya.
Dia juga mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai maraknya penyebaran berita hoax yang seringkali tendensius dan membawa benih perpecahan mengatasnamakan suku, agama, ras dan kepercayaan.
Politikus Partai Golkar ini juga menilai politik uang maupun politik transaksional telah menimbulkan kekhawatiran masa depan demokrasi Indonesia menjadi liberal. "Betapa banyak kepala daerah dari mulai gubernur hingga bupati ditangkap KPK. Ini sangat menyedihkan," kata Bamsoet.
Dia memberikan ide supaya pemilihan kepala daerah di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten kembali dilakukan melalui pemilihan di DPRD. Sedangkan pemilihan anggota DPRD, DPR dan Presiden tetap dipilih secara langsung oleh rakyat. "Pemilihan kepala daerah melalui DPRD sama sekali tidak mengkhianati nilai-nilai demokrasi," ujar Bamsoet.
Dia meminta kepada Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila agar menjadi salah satu penjaga kedaulatan ideologi Pancasila. "Melihat para pengurus pusat Sapma Pemuda Pancasila membuat saya yakin tidak akan ada yang berani mengganggu ideologi Pancasila bangsa dan negara kita," ujar Bambang saat menerima Pengurus Pusat Sapma Pemuda Pancasila (Satma PP) di ruang kerja pimpinan DPR, Rabu 7 Maret 2018.
Pria yang biasa disapa Bamsoet ini mengaku khawatir terhadap ancaman disintegrasi bangsa di tengah kealpaan masyarakat mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
"Sapma Pemuda Pancasila mengemban tugas berat menjadi suri tauladan bagi generasi muda lainnya sehingga masyarakat bisa mengetahui apa sejatinya nilai yang terkandung dalam Pancasila. Jadikanlah nilai-nilai Pancasila sebagai napas dalam kehidupan pergaulan sehari-hari," tuturnya.
Dia juga mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai maraknya penyebaran berita hoax yang seringkali tendensius dan membawa benih perpecahan mengatasnamakan suku, agama, ras dan kepercayaan.
Politikus Partai Golkar ini juga menilai politik uang maupun politik transaksional telah menimbulkan kekhawatiran masa depan demokrasi Indonesia menjadi liberal. "Betapa banyak kepala daerah dari mulai gubernur hingga bupati ditangkap KPK. Ini sangat menyedihkan," kata Bamsoet.
Dia memberikan ide supaya pemilihan kepala daerah di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten kembali dilakukan melalui pemilihan di DPRD. Sedangkan pemilihan anggota DPRD, DPR dan Presiden tetap dipilih secara langsung oleh rakyat. "Pemilihan kepala daerah melalui DPRD sama sekali tidak mengkhianati nilai-nilai demokrasi," ujar Bamsoet.
(dam)