Tangkal Hoax, Kemhan Minta Budayakan Swasensor

Kamis, 08 Maret 2018 - 08:24 WIB
Tangkal Hoax, Kemhan...
Tangkal Hoax, Kemhan Minta Budayakan Swasensor
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan mengimbau, kepada pengguna media sosial atau netizen untuk membudayakan swasensor terhadap informasi-informasi yang diterimanya melalui media sosial (medsos).

Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Kemhan, Mayjen TNI Hartind Asrin mengatakan, berita-berita hoax dan ujaran kebencian (hate speech) yang sengaja dibuat oleh sekelompok orang tertentu di media sosial dapat memengaruhi stabilitas keamanan dan dapat memecah belah bangsa.

"Swa sensor harus dilakukan untuk menangkal berita-berita bohong (hoax) yang sering kali membuat gaduh,” katanya di kantornya di Gedung Ditjen Strahan Kemhan, Jakarta, Rabu (7/3/18).

Mantan Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Kabadiklat) Kemhan ini mengatakan, dengan melakukan swa sensor terhadap informasi atau berita yang masuk maka setiap informasi hoax dapat ditangkal. Ini merupakan salah satu soft power dalam menghadapi berbagai informasi yang diragukan kebenarannya.

"Pada masyarakat zaman old melihat informasi dari koran, sementara anak zaman now melihat berita dari gadget dan cepat percaya. Bahkan langsung disebar, tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu, apakah berita yang didapat itu benar atau tidak,” ujarnya.

Pria yang pernah menjabat Kapuskom Publik Kemhan ini menambahkan, penanganan terhadap berita hoax dan ujaran kebencian merupakan ranah dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Polri. Menurut dia, Kemenkominfo mempunyai wewenang untuk memblok portal dan berita yang mengandung unsur ujaran kebencian. Sedangkan Polri memiliki kewenangan untuk menindak.

“Bila penegak hukum seperti Polri memiliki pasukan patroli siber yang mengejar dan bisa menindak serta melakukan tindakan hukum terhadap pelaku-pelaku hoax. Kemhan dan TNI dapat menjadi penyeimbang berita negatif menjadi positif dan kita berkolaborasi dengan lembaga terkait dengan tim siber untuk melakukan penindakan,” papar mantan Atase Pertahanan RI di Malaysia ini.

Selain bekerja sama dengan instansi terkait, kata dia, Kemhan juga melakukan penetrasi berita-berita hoax dan yang mengandung ujaran kebencian dengan melakukan penetrasi melalui social engineering.

“Penting untuk melakukan penetrasi berita-berita hoax dengan pasukan siber army dari TNI, Kementerian Pertahanan yang bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara,” ujar Hartind.
(pur)
Berita Terkait
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Profil Wakil Panglima...
Profil Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Teman Seangkatan Jenderal Agus Subiyanto
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia...
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia usai Mutasi TNI Oktober 2025
Tokoh yang Pernah Terima...
Tokoh yang Pernah Terima Pangkat Jenderal TNI (HOR)
Daftar Jenderal Baru...
Daftar Jenderal Baru TNI AD, AL, dan AU pada Juli 2023
Profil Mayor Teddy,...
Profil Mayor Teddy, Ajudan Prabowo yang Viral di Medsos
Berita Terkini
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved