Pilpres 2019, AHY Bilang Masih Terlalu Dini Bicara Poros Ketiga
Selasa, 06 Maret 2018 - 16:01 WIB
Pilpres 2019, AHY Bilang Masih Terlalu Dini Bicara Poros Ketiga
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komandan Satgas Bersama (Kogasma) pemenangan Pemilu 2019 Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai wacana pembentukan poros ketiga di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 masih terlalu dini.
AHY mengatakan, situasi politik di Tanah Air masih sangat dinamis. Sehingga, kemungkinan-kemungkinan politik masih bisa terjadi hingga masa pendaftaran capres-cawapres dibuka pada Agustus mendatang.
"Sekali lagi, terlalu dini untuk menentukan hari ini walaupun tinggal 4 bulan," kata AHY di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (6/3/2018).
Sebelumnya, Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan tidak akan berada pada barisan pendukung Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Sejalan dengan itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tengah mengincar posisi RI 2.
Posisi tersebut akan sulit direbut bila PKB berada dalam koalisi pendukung Jokowi. Peluang merebut posisi RI 2 bisa diperoleh PKB melalui poros baru. Di tengah cair dan dinamisnya politik di Tanah Air, kata AHY, peluang terbentuknya poros baru masih terbuka lebar.
"Pasti ada kemungkinan. Tinggal apakah ada kompromi dari sejumlah partai politik yang kemudian mengatakan apakah kita ada di poros satu, poros dua, atau membangun poros ketiga. Ini masih dihitung oleh parpol peserta pemilu," ucap AHY.
AHY mengatakan, situasi politik di Tanah Air masih sangat dinamis. Sehingga, kemungkinan-kemungkinan politik masih bisa terjadi hingga masa pendaftaran capres-cawapres dibuka pada Agustus mendatang.
"Sekali lagi, terlalu dini untuk menentukan hari ini walaupun tinggal 4 bulan," kata AHY di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (6/3/2018).
Sebelumnya, Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan tidak akan berada pada barisan pendukung Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Sejalan dengan itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tengah mengincar posisi RI 2.
Posisi tersebut akan sulit direbut bila PKB berada dalam koalisi pendukung Jokowi. Peluang merebut posisi RI 2 bisa diperoleh PKB melalui poros baru. Di tengah cair dan dinamisnya politik di Tanah Air, kata AHY, peluang terbentuknya poros baru masih terbuka lebar.
"Pasti ada kemungkinan. Tinggal apakah ada kompromi dari sejumlah partai politik yang kemudian mengatakan apakah kita ada di poros satu, poros dua, atau membangun poros ketiga. Ini masih dihitung oleh parpol peserta pemilu," ucap AHY.
(maf)