Respons PSI Terkait Laporan ACTA ke Ombudsman

Senin, 05 Maret 2018 - 22:04 WIB
Respons PSI Terkait...
Respons PSI Terkait Laporan ACTA ke Ombudsman
A A A
JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan dilaporkan pihak Advokat Cinta Tanah Air ( ACTA) terkait pertemuan pengurus PSI dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara ke Ombudsman.

Juru Bicara Bidang Hukum PSI Rian Ernest menjelaskan, secara hukum berdasarkan Pasal 7 Undang-Undang (UU) 37/2008 tentang Ombudsman, Ombudsman bertugas menerima laporan dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

"Sedangkan Istana bukan tempat melayani publik. Ingat di Pasal 5 UUD 1945 kita, bahwa Presiden memegang kekuasaan Pemerintahan. Dengan kuasanya, Presiden menugaskan kementerian dan lembaga negara untuk melayani publik," kata Rian Ernest, Senin (5/3/2018).

"Bila ada instansi di bawah Presiden yang lalai, maka Ombudsman berwenang memeriksa dan melaporkan rekomendasi mereka ke Presiden agar Presiden dapat menegur instansi tersebut," tambahnya.

Rian mengungkapkan, secara politik, ACTA adalah sayap hukumnya Gerindra. Siapa saja atau institusi apa saja yang betentangan dengan kepentingan politik Gerindra pasti akan dilporkan meski sering tidak memiliki argumen hukuk yang solid.

"Jadi lembaga ini partisian, tidak mencerminkan kepentingan publik. Bagaimana bisa ACTA klaim independensinya bila pada 1 Maret lalu di pemberitaan, Ketua Dewan Pembina ACTA sarankan agar Ketua Umum Gerindra tidak tergoda menjadi calon wakil presiden. Bahkan beliau katakan bahwa 'Pak Prabowo sangat cocok untuk menjadi the king" ungkap Rian.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya percaya dengan integritas para komisioner Ombudsman dan tidak akan memproses laporan ACTA.

"Selanjutnya, ACTA katakan pertemuan dengan Prabowo adalah berbeda dengan PSI, karena menurut ACTA pertemuan Presiden dengan Prabowo membahas keperluan bangsa dan negara," tuturnya.

"Jadi, ACTA sudah bias dan salah alamat. Mari kita berpolitik gagasan, bukan membuat laporan yang tidak relevan secara politik," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Tinggalkan PSI, Fadli...
Tinggalkan PSI, Fadli Noor jadi Konsultan Politik
Demi Keamanan, Penggunaan...
Demi Keamanan, Penggunaan CCTV dan HT di Lingkungan Warga Dinilai Penting
Mantan Sekretaris DPD...
Mantan Sekretaris DPD Hanura Pimpin PSI Sulsel
Penjelasan Antonius...
Penjelasan Antonius Yogo Prabowo terkait Partainnya di Pemilu 2024
Jubir PSI Sebut OMO...
Jubir PSI Sebut OMO FOLU Tak Bebani Anggaran Negara
Menteri Hukum Serahkan...
Menteri Hukum Serahkan SK Kepengurusan PSI kepada Sekjen Raja Juli Antoni
Berita Terkini
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved