DPR Minta KPU Evaluasi Perangkat Pemilu di Daerah

Senin, 05 Maret 2018 - 21:27 WIB
DPR Minta KPU Evaluasi...
DPR Minta KPU Evaluasi Perangkat Pemilu di Daerah
A A A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat untuk melakukan evaluasi perangkatnya di daerah tertuama kabupaen kota.

Hal tersebut diungkapkan pasca kekalahan KPU RI dalam sidang adjudikasi yang diajukan Partai Bulan Bintang (PBB). Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengomentari meminta KPU introspeksi dengan memperbaiki sistem soal pengecekan administrasi partai politik.

"PBB sendiri punya kader yang berhasil menduduki kursi DPRD di seluruh kabupaten daerah. Saya kaget waktu PBB ditiadakan itu, sementara partai yang gak jelas aja tiba-tiba jadi peserta pemilu enak betul itu," ucap Fahri Hamzah, di Gedung DPR, Senin (5/3/2018).

Dia menegaskan KPU untuk tidak ceroboh dan main-main terkait verifikasi dan administrasi, lantaran bisa merusak sistem ketatanegaraan. "Bila tidak cermat terus menerus, KPU bisa dituduh membuat partai yang basisnya administrasi faktual, tanpa melihat keberadaan partai tersebut," jelasnya.

Fahri berharap KPU bisa independen tanpa memihak siapapun, termasuk incumbent atau petahana. "Saya terus terang agak sedih melihat KPU sekarang ini. Kalau tidak memperbaiki diri bisa merusak reputasi dan kredibilitas pemilihan yang akan datang," ungkapnya.

Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali meminta KPU pusat memperhatikan kinerja KPUD daerah. Dia meminta agar KPUD bisa cermat dan teliti pada kinerja yang dilakukannya.

"Saya kira memang kalau KPU pusat sepanjang yang kita tahu sudah bekerja dengan baik. Ini yang jadi masalah KPUD khususnya kab/kota. Hasil kerjaan mereka. KPU pusat harus melakukan lagi pekerjaan ulang. Tapi itu risiko persebaran KPU yang ada. Kan ini masalahnya di Papua," ucapnya di Gedung DPR.

Dia menilai hampir semua partai bermasalah di daerah Papua. Golkar, sambungnya, juga bermasalah walaupun pada akhirnya tidak berpengaruh luas. Amali meminta KPU pusat beri perhatian khusus ke daerah yang selalu memunculkan masalah.

"Papua harus diberikan perhatian khusus. Bahkan ada satu daerah berproses menggagalkan calon ijazah. Padahal yang pertama nggak ada masalah," jelasnya.
(maf)
Berita Terkait
Calon Anggota KPU Ini...
Calon Anggota KPU Ini Dicecar DPR soal Ratusan Petugas KPPS Meninggal
Luncurkan Tahapan Pemilu...
Luncurkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Semua Pihak Bantu Sukseskan Pemilu
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Ngotot Ingin Gelar Pilkada...
Ngotot Ingin Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Diingatkan Tragedi Pemilu 2019
Profil 14 Calon Anggota...
Profil 14 Calon Anggota KPU, Petahana hingga Pegiat Pemilu
Punya Harta Rp9 Miliar,...
Punya Harta Rp9 Miliar, Intip Isi Garasi Ketua KPU Hasyim Asy'ari
Berita Terkini
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved