UMJ Gelar Konferensi Nasional Ekonomi, Manajemen dan Akutansi

Jum'at, 23 Februari 2018 - 21:26 WIB
UMJ Gelar Konferensi...
UMJ Gelar Konferensi Nasional Ekonomi, Manajemen dan Akutansi
A A A
JAKARTA - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar Konferensi Nasional Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (KNEMA) 2018. KNEMA digelar untuk memberikan masukan dan solusi bagi pemerintah serta pelaku usaha dalam mewujudkan ekonomi yang berkeadilan.

Dalam KNEMA 2018 terdapat dua kegiatan pokok yakni workshop dan seminar nasional dengan tema “Penguatan Kelembagaan Bisnis: Peran Manajemen dan Akuntansi untuk Mencapai Ekonomi Berkeadilan”. Workshop Metodologi Penelitian Eksperimen dan Religionis digelar di Aula FEB, UMJ, Cireundeu, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (23/2/2018).

Workshop menghadirkan trainer dari perguruan tinggi ternama, yakni Prof Iwan Triyuwono PhD (Universitas Brawijaya), Hilda Rossieta CA MComm PhD (Universitas lndonesia), Dr. Ahim Abdurahim dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. M Nur Birton (UMJ), dan Dr Dini Rosdini dari Universitas Padjadjaran.

"Kegiatan yang diperuntukkan bagi akademisi dan pelaku usaha ini juga melaksanakan Call for Papers dengan subtema yang relevan dengan ekonomi, manajemen, dan akuntansi," kata Dekan FEB UMJ Andry Priharta dalam keterangan tertulisnya yang diterima SINDOnews, Jumat (23/2/2018).

Sementara seminar nasional dengan menghadirkan pembicara utama Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Muliaman D Hadad PhD digelar Sabtu (24/2/2018). Muliaman merupakan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2012-2017.

Seminar juga menghadirkan pembicara lainnya, di antaranya Ketua lAl Kompartemen Akuntan Pendidik Prof Dr Nunuy Nur Afiah SE, MSi, Ak CA, Prof Dr Irwan Prayitno SPsi MSc (Guru Besar FEB UMJ), dan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Andry mengatakan, KNEMA digelar atas berbagai pemikiran, antara lain terkait Pemerintah Indonesia yang mencanangkan pertumbuhan ekonomi 5,4% pada APBN 2018 atau lebih tinggi dari 2017 sebesar 5,1%. “Target pertumbuhan yang tinggi akan percuma jika tidak diiringi dengan pemerataan sehingga akan menimbulkan ketimpangan,” ujarnya.

Andry mengutip pernyataan Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta yang menilai idealnya setiap tahun bisa terserap 500.000 tenaga kerja baru. Angka tersebut masih jauh dari kenyataan saat yang ini yang baru bisa menyerap 200.000-300.000 tenaga kerja. Inilah yang menjadi kendala untuk menurunkan angka kemiskinan di Tanah Air.

Solusi lain adalah dengan memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha mengembangkan usahanya. “Dengan demikian sila ke-5 Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia bisa terwujud,” jelasnya.
(poe)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pimpinan Lembaga Antirasuah...
Pimpinan Lembaga Antirasuah Diduga Terseret Kasus MBG, Ini Tanggapan KPK
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved