Program Deradikalisasi di Lapas Perlu Dievaluasi

Sabtu, 10 Februari 2018 - 08:55 WIB
Program Deradikalisasi...
Program Deradikalisasi di Lapas Perlu Dievaluasi
A A A
JAKARTA - Program deradikalisasi bagi narapidana kasus terorisme di lembaga pemasyarakatan (lapas) perlu dievaluasi.

Sebab deradikalisasi di lapas yang masih lebih banyak menekankan reedukasi ideologi negara atau wawasan kebangsaan di nilai tidak memberikan perubahan berarti pada pola pikir narapidana terorisme. Country Representative Search for Common Ground Bahrul Wijaksana mengakui, isu de radikalisasi di lapas sudah lama menjadi perhatian kementerian terkait.

Dia mengatakan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan sebenarnya sejak 2010 sudah menyusun prosedur tetap tentang penanganan narapidana berisiko tinggi, termasuk narapidana kasus terorisme.

Bahkan selama 2015-2016, Dirjen Lapas juga telah menyusun rencana induk untuk menangani narapidana berisi kotinggi. Salah satunya membangun lapas khusus untuk narapidana berisiko tinggi dan yang terbaru adalah Lapas Pasir Putih di Nusakambangan khusus narapidana terorisme.

Dari sisi personel, Bahrul menilai tidak ada masalah karena Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tahun ini merekrut 14.000 pegawai baru yang sebagian besar menjadi jatah Ditjen Pemasyarakatan.

Tapi sebetulnya yang sangat dibutuhkan adalah pengembangan kapasitas mereka karena biasanya petugas-petugas lapas itu sangat minim menerima pelatihan sebelum mereka terjun di unit pelayanan teknisnya. Bahrul mencontohkan ada pegawai badan pemasyara katan di Solo yang baru menerima pelatihan setelah 33 tahun bekerja.

Dia juga menyoroti munculnya fenomena baru, yaitu narapidana kasus terorisme yang mulai berani menyerang petugas lapas. Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris mengakui, selama ini berbagai pihak lebih memusatkan perhatian pada bagaimana menangani narapidana berisiko tinggi, tapi melupakan nasib dan pengembangan sipir serta para staf lembaga pemasyarakatan.

Dia menambahkan, pengembangan kapasitas dan perhatian terhadap para sipir di lembaga pemasyarakatan yang memiliki narapidana terorisme sangat diperlukan. Salah satunya untuk mencegah agar mereka tidak terpengaruh oleh ajaran radikalisme dan terorisme. (Binti Mufarida)
(nfl)
Berita Terkait
Berikut Lima Kasus Kebakaran...
Berikut Lima Kasus Kebakaran Hebat Lapas di Indonesia
Lapas Tangerang Kebakaran,...
Lapas Tangerang Kebakaran, Puluhan Napi Tewas Terbakar
Lapas Brebes Over Kapasitas
Lapas Brebes Over Kapasitas
Puluhan Polisi Jaga...
Puluhan Polisi Jaga Ketat TKP Kebakaran Lapas Tangerang
Diduga Terjadi Tindak...
Diduga Terjadi Tindak Pidana pada Kebakaran Lapas Tangerang, Polisi Periksa 20 Orang
Berkaca dari Kebakaran...
Berkaca dari Kebakaran Lapas Tangerang, Pengamat UNIS: Penyelesaian Jangan Setengah Hati
Berita Terkini
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved