Soal Status Hukum Bupati Jombang, KPK Akan Umumkan Besok
Sabtu, 03 Februari 2018 - 23:22 WIB
Soal Status Hukum Bupati Jombang, KPK Akan Umumkan Besok
A
A
A
JAKARTA - Bupati Jombang, Jawa Timur, Nyono Suharli Wihandoko diduga telah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, untuk sementara pihaknya belum bisa menceritakan secara detail mengenai proses penangkapan serta status dari Bupati Jombang tersebut.
"Saya kira besok (Minggu 3 Februari 2018) kita akan jelaskan. Nanti kita langsungkan pemeriksaan dulu dengan mengkonfirmasi bukti-bukti yang sudah kita kumpulkan, setelah 1x24 jam kita akan berikan konfirmasinya," kata Febri Diansyah seperti dikutip dari iNewsTV, Sabtu (3/2/2018).
Sementara mengenai kasus yang terjadi dalam proses OTT Bupati Jombang ini, Febri menyebutkan terkait penerimaan uang. "Ada dugaan penerimaan sejumlah uang," ujarnya.
(Baca juga: OTT Bupati Jombang, KPK Amankan Dua Orang)
Sebelumnya, Febri Diansyah membenarkan, pihaknya telah melakukan OTT terhadap Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko.
"Lokasi OTT di daerah, tidak di jakarta. kemudian dibawa ke Jakarta melalui perjalanan udara," ucap Febri.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, untuk sementara pihaknya belum bisa menceritakan secara detail mengenai proses penangkapan serta status dari Bupati Jombang tersebut.
"Saya kira besok (Minggu 3 Februari 2018) kita akan jelaskan. Nanti kita langsungkan pemeriksaan dulu dengan mengkonfirmasi bukti-bukti yang sudah kita kumpulkan, setelah 1x24 jam kita akan berikan konfirmasinya," kata Febri Diansyah seperti dikutip dari iNewsTV, Sabtu (3/2/2018).
Sementara mengenai kasus yang terjadi dalam proses OTT Bupati Jombang ini, Febri menyebutkan terkait penerimaan uang. "Ada dugaan penerimaan sejumlah uang," ujarnya.
(Baca juga: OTT Bupati Jombang, KPK Amankan Dua Orang)
Sebelumnya, Febri Diansyah membenarkan, pihaknya telah melakukan OTT terhadap Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko.
"Lokasi OTT di daerah, tidak di jakarta. kemudian dibawa ke Jakarta melalui perjalanan udara," ucap Febri.
(maf)