Fenomena Penganiayaan Ulama Perlu Jadi Perhatian Serius Semua Pihak
Jum'at, 02 Februari 2018 - 13:28 WIB
Fenomena Penganiayaan Ulama Perlu Jadi Perhatian Serius Semua Pihak
A
A
A
JAKARTA - Kurang dari dua pekan masyarakat dikejutkan dengan fenomena atau kasus penganiayaan terhadap ulama dalam rentang waktu yang berdekatan terjadi di Jawa Barat. Anehnya para pelaku saat ditangkap diduga mengidap gangguan jiwa.
"Ini saya kira perlu menjadi perhatian serius untuk kita semua," ujar Direktur Bhineka Institute, Ridwan Darmawan saat dihubungi SINDOnews, Jumat (2/2/2018).
Ridwan berharap, aparat kepolisian bisa mengembangkan motif para pelaku yang tega melakukan hal itu, apakah kasus ini hanya kriminal biasa, atau sebuah upaya sistematis dari sebuah operasi yang dirancang kelompok tertentu untuk tujuan tertentu, semisal target politik electoral Pilkada Serentak 2018 dan jangka panjangnya Pileg dan Pilpres 2019.
"Ini penting untuk dicermati lebih jauh agar tidak menimbulkan perpecahan atau upaya pecah belah," kata mantan Aktivis 98 asal UIN Jakarta ini.
Anggota Presidium Indonesia Human Rights Committee for Sosial Justice (IHCS) ini melanjutkan, publik tentu masih teringat peristiwa penculikan atau peristiwa 'Ninja' yang juga menyasar para ulama kala itu, yang hingga hari ini masih belum jelas dan menyisakan misteri.
Ridwan berharap, semua pihak bisa mendorong pihak-pihak terkait khususnya pihak keamanan dan pemerintah untuk segera melakukan upaya-upaya pencegahan dini agar kasus serupa tidak terjadi di tempat lain, tentu dengan harapan kondisi keamanan tetap stabil.
Lebih jauh, kata dia, perhatian publik tentu akan bermanfaat untuk mencegah upaya pecah belah antar umat dan antar golongan. "Melalui pengungkapan secepatnya kasus penganiayaan terhadap dua ulama tersebut, agar tidak terjadi sikap saling curiga antar elemen masyarakat yang menjadi bibit dari pecah belah berikutnya," ucap dia.
"Ini saya kira perlu menjadi perhatian serius untuk kita semua," ujar Direktur Bhineka Institute, Ridwan Darmawan saat dihubungi SINDOnews, Jumat (2/2/2018).
Ridwan berharap, aparat kepolisian bisa mengembangkan motif para pelaku yang tega melakukan hal itu, apakah kasus ini hanya kriminal biasa, atau sebuah upaya sistematis dari sebuah operasi yang dirancang kelompok tertentu untuk tujuan tertentu, semisal target politik electoral Pilkada Serentak 2018 dan jangka panjangnya Pileg dan Pilpres 2019.
"Ini penting untuk dicermati lebih jauh agar tidak menimbulkan perpecahan atau upaya pecah belah," kata mantan Aktivis 98 asal UIN Jakarta ini.
Anggota Presidium Indonesia Human Rights Committee for Sosial Justice (IHCS) ini melanjutkan, publik tentu masih teringat peristiwa penculikan atau peristiwa 'Ninja' yang juga menyasar para ulama kala itu, yang hingga hari ini masih belum jelas dan menyisakan misteri.
Ridwan berharap, semua pihak bisa mendorong pihak-pihak terkait khususnya pihak keamanan dan pemerintah untuk segera melakukan upaya-upaya pencegahan dini agar kasus serupa tidak terjadi di tempat lain, tentu dengan harapan kondisi keamanan tetap stabil.
Lebih jauh, kata dia, perhatian publik tentu akan bermanfaat untuk mencegah upaya pecah belah antar umat dan antar golongan. "Melalui pengungkapan secepatnya kasus penganiayaan terhadap dua ulama tersebut, agar tidak terjadi sikap saling curiga antar elemen masyarakat yang menjadi bibit dari pecah belah berikutnya," ucap dia.
(kri)