Soal Plt Gubernur, Politikus Gerindra: Kenapa Harus Polisi?

Jum'at, 26 Januari 2018 - 11:40 WIB
Soal Plt Gubernur, Politikus...
Soal Plt Gubernur, Politikus Gerindra: Kenapa Harus Polisi?
A A A
JAKARTA - Penunjukan dua perwira tinggi Polri, Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan dan Inspektur Jenderal Polisi Martuani Sormin sebagai Pelaksana tugas (Plt) gubernur di provinsi yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 menuai kritik.

Padahal masih banyak aparatur sipil negara (ASN) yang bisa diberdayakan sebagai Plt kepala daerah.

Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria mengatakan pemerintah harus lebih teliti, hati-hati, dan cermat dalam mengambil kebijakan. "Apalagi soal pejabat," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/1/2018). (Baca juga: Jenderal Polisi Akan Jadi Plt Gubernur Jabar dan Sumut )

Sebab, lanjut dia, selama ini Plt kepala daerah dijabat oleh aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS).

"Kalau kekurangan orang, ya kenapa harus dari polisi. Nanti orang tanya kenapa enggak dari militer. Apa kekurangan? Masih ada PNS. Menurut saya masih banyak," papar Ketua DPP Partai Gerindra .

Politikus Partai Gerindra ini memberikan contoh masih ada 34 gubernur. Kemudian, banyak pejabat eselon I di setiap pemerintahan daerah.

"Bisa diberdayakan. Di kementerian banyak eselon satu yang diberdayakan. Setneg, Setkab, ada deputi, dan lain-lain. Jadi seyogianya bisa mengambil PNS bukan TNI Polri, dari kementerian lembaga lainnya. Itu lebih baik. Supaya tidak menimbulkan prasangka-prasangka," ujarnya.

Iriawan akan menjadi Plt Gubernur Jawa Barat. Sementara Martuani Sormin akan menjadi Plt Gubernur Sumatera Utara.

Iriawan saat ini menjadi sebagai Asisten Operasional Kapolri dan Martuani Sormin menjabat sebagai Kepala Divisi Profensi dan Pengamanan Polri. Iriawan sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolda Jabar.
(dam)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
738 Bakal Pasangan Calon...
738 Bakal Pasangan Calon Terdaftar Dalam Pilkada 2020
Mencegah Konflik Pilkada...
Mencegah Konflik Pilkada Serentak
Peringatan Protokol...
Peringatan Protokol Kesehatan Pilkada Ditengah Masa Pandemi Corona
Pilkada 2020 Tanpa APD,...
Pilkada 2020 Tanpa APD, Bawaslu Ingatkan Potensi Konflik
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved