Bagikan KIP, Jokowi: Kalau Ketahuan Beli Pulsa, Kartunya Dicabut

Rabu, 17 Januari 2018 - 02:34 WIB
Bagikan KIP, Jokowi:...
Bagikan KIP, Jokowi: Kalau Ketahuan Beli Pulsa, Kartunya Dicabut
A A A
BANJAR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke Provinsi Jawa Barat, Selasa (16/1/2018). Dalam agenda pertamanya, Presiden Jokowi mengunjungi Kota Banjar didamping Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Di Kota Banjar, Jokowi membagikan 1.771 Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 1.000 Program Keluarga Harapan (PKH).

"Hari ini dibagikan Kartu Indonesia Pintar sebanyak 1.771, Kemudian ibu-ibu penerima PKH, kartunya ada 1.000," sebut Jokowi.

Jokowi menjelaskan, dalam KIP terdapat dana yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan sekolah. Untuk siswa SMP senilai Rp450.000, SMP Rp750.000, dan SMA, SMK, serta Kejar Paket dapat Rp1 juta.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengingatkan dana yang terdapat di dalam KIP tersebut benar-benar digunakan untuk kebutuhan pendidikan, bukan untuk kebutuhan lainnya.

"Beli buku, sepatu, tas, untuk sekolah boleh. Pulsa? Kalau ada yang ketahuan beli pulsa, kartunya dicabut, janjian ya? Jadi hanya dipakai untuk hal-hal berkaitan dengan sekolah dan pendidikan kita," tegasnya.

Di tempat yang sama, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memaparkan, 1.771 penerima KIP tersebut terbagi atas 653 siswa SD, 555 siswa SMP, 119 siswa SMA, 297 siswa SMK, dan 147 siswa kejar paket A, B dan C.

Sementara itu, bagi 1.000 ibu-ibu penerima PKH, terdapat total dana senilai Rp1.890.000 per tahun yang dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan maupun gizi anak-anaknya. "Anggaran PKH juga sudah mulai bisa dicairkan per 1 Februari 2018 sebesar Rp500.000," sebutnya.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait sektor pendidikan di Jabar, rata-rata lama sekolah pelajar di wilayah kabupaten adalah 7,22 tahun, sedangkan di wilayah perkotaan 9,92 tahun.

"Angka partisipasi kasar sekolah menengah pada 2012 mencapai 67,56% dan 2016 di 72,62%," kata Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan.

Sementara, mengacu kepada data kependudukan BPS per September 2017, penduduk miskin dengan pengeluaran per kapita di bawah garis kemiskinan di Jabar mencapai 394.000 jiwa.

Menurut Aher, terdapat penurunan jumlah penduduk miskin di Jabar, dari sebelumnya 8,71% dari total jumlah penduduk di Jabar yang mencapai lebih dari 47 juta jiwa menjadi 7,83% pada September 2017. "Ini penuruan terbesar sepanjang saya jadi gubernur selama 10 tahun," kata Aher.

Karenanya, Aher berpesan kepada mesyarakat penerima KIP ataupun PKH untuk memanfaatkan sebaik-baiknya program pemerintah pusat tersebut. Sebab, kata Aher, 'kartu sakti' tersebut sebagai wujud upaya pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat.
(zik)
Berita Terkait
Bertemu Jokowi, Aliansi...
Bertemu Jokowi, Aliansi Penyelenggara Pendidikan Tekankan Pentingnya SDM
Ini Riwayat Pendidikan...
Ini Riwayat Pendidikan Seluruh Presiden Indonesia, Sudah Tahu?
Akhir Masa Jabatan Presiden...
Akhir Masa Jabatan Presiden , Jokowi Naikkan Anggaran Pendidikan 2025 hingga Rp722,6 Triliun
Susun Roadmap Pendidikan...
Susun Roadmap Pendidikan 2020-2035, Ini Empat Arahan Presiden Jokowi
Didampingi Zulhas, Presiden...
Didampingi Zulhas, Presiden Resmikan Jokowi Learning Centre di SMA Kebangsaan Lampung
Billy Mambrasar Terima...
Billy Mambrasar Terima Audiensi Aktivis Lintas Komunitas Pemuda, Ini yang Dibahas
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved