Badan Informasi Geospasial Raih Sertifikat ISO/IEC 20000

Rabu, 10 Januari 2018 - 09:55 WIB
Badan Informasi Geospasial...
Badan Informasi Geospasial Raih Sertifikat ISO/IEC 20000
A A A
BOGOR - Badan Informasi Geospasial (BIG) memiliki tugas dalam pengaturan penyelenggaraan Informasi Geospasial (IG) di Indonesia. Penyelenggaraan IG atau pemetaan nasioanal berkaitan erat dengan penggunaan teknologi informasi atau Information Technology (IT).

Tahapan dalam penyelenggaraan IG seperti pengumpulan, pengelolaan, penyimpanan dan penyebarluasan IG memerlukan dukungan IT yang andal. Untuk memastikan implementasi IT dapat mendukung bisnis proses, maka BIG perlu menerapkan standar internasional dalam pengelolaan layanan IT. ISO 20000 adalah standar yang diperuntukkan untuk sertifikasi manajemen IT.

Kepala Badan Informasi Geospasial Prof Dr Ir Hasanuddin Zainal Abidin MSc Eng mengatakan, standar ini dimaksudkan untuk memungkinkan semua organisasi yang berpondasi pada teknologi informasi mampu menerapkan praktik terbaik yang ditetapkan secara internasional.

"BIG telah berhasil mendapatkan Sertifikasi ISO/IEC 20000 IT Service Management/Pengelolaan layanan IT pada tahun 2017," kata Hasanuddin di kantor BIG, Jalan Raya Bogor, Selasa 9 Januari 2018.

Menurut Hasanuddin, BIG adalah instansi pemerintah kedua, setelah Kementerian Keuangan yang telah mendapatkan sertifikasi ISO/IEC 20000. "Ruang lingkup ISO/IEC 20000 untuk BIG adalah terkait dengan layanan intenet, email dan penyimpanan berbasis cloud," jelas Hasanuddin.

Secara umum, kata Hasanuddin, manfaat dalam implementasi ISO/IEC 20000 adalah layanan IT dilaksanakan sesuai dengan standar internasional. Kemudian BIG memastikan kebutuhan pengguna terpenuhi.

Selanjutnya, BIG harus memperhatikan pengelolaan terhadap resiko yang mungkin dihadapi. Juga harus mampu neningkatkan kualitas layanan IT yang berkelanjutan.

"Melalui Penerapan ISO/IEC 20000 ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan BIG bagi instansi pemerintah, pemda dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan Informasi Geospasial," kata Hasanuddin.

Menurut Hasanuddin, hal ini dapat dilihat dari faktor kualitas data yang dihasilkan, pelayanan yang cepat dan responsif terhadap permintaan pengguna. "Semoga dengan adanya ISO/IEC 20000 ini dapat meningkatkan kinerja dan produk BIG ke depannya menjadi lebih baik," kata Hasanuddin.
(mhd)
Berita Terkait
Hai Pelajar, Yuk Ikutan...
Hai Pelajar, Yuk Ikutan Doodle Art Science Contest dan Photography Contest
Indonesia-Inggris Perpanjang...
Indonesia-Inggris Perpanjang Kerja Sama di Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Kemajuan IPTEK Dorong...
Kemajuan IPTEK Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Inovasi
Literasi Teknologi Kunci...
Literasi Teknologi Kunci Generasi Muda Hadapi Perkembangan Iptek
Megawati Dorong Pemuda...
Megawati Dorong Pemuda Ambil Beasiswa LPDP demi Indonesia Berdikari Berbasis Iptek
Hadapi Tantangan Global,...
Hadapi Tantangan Global, KMHDI Fokus Pembangunan SDM dan Iptek
Berita Terkini
Jalur Gentong Tasikmalaya...
Jalur Gentong Tasikmalaya Arah Bandung Macet, Antrean Kendaraan Capai 10 Kilometer
1 jam yang lalu
Jelang Puncak Arus Balik...
Jelang Puncak Arus Balik Lebaran, Lalu Lintas Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Meningkat
2 jam yang lalu
Polisi Terapkan One...
Polisi Terapkan One Way Tol Kalikangkung - Brebes
3 jam yang lalu
Airlangga Temui Anwar...
Airlangga Temui Anwar Ibrahim Merespons Kebijakan Trump
3 jam yang lalu
Arus Balik, Gerbang...
Arus Balik, Gerbang Tol Cikatama Dipadati Kendaraan dari Trans Jawa Malam Ini
3 jam yang lalu
Soroti Kebijakan Trump,...
Soroti Kebijakan Trump, Evita Minta Pemerintah Fokus Penguatan Industri Dalam Negeri
3 jam yang lalu
Infografis
3 Badan Intelijen Israel...
3 Badan Intelijen Israel dan Fungsinya: Aman, Shin Bet, Mossad
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved