Konflik Pilkada Serentak Bakal Berimbas Pada Pemilu Serentak

Senin, 08 Januari 2018 - 16:28 WIB
Konflik Pilkada Serentak...
Konflik Pilkada Serentak Bakal Berimbas Pada Pemilu Serentak
A A A
JAKARTA - Konflik dalam Pilkada Serentak 2018 diyakini bakal berimbas kepada pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 mendatang. Sehingga, diharapkan agar konflik itu tidak terjadi pada pilkada serentak tahun ini.

Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali mengatakan, bahwa ada 171 daerah yang bakal melaksanakan pilkada serentak tahun ini. Beberapa daerah di antaranya memiliki penduduk yang cukup banyak.

"Di Jawa saja ada tiga, kemudian di luar Jawa ada Sumatera Utara, Bali, Sulawesi Selatan, memang kalau dilihat dari indeks kerawanan potensi konfliknya sih memang besar," ujar Amali di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/1/2018).

Namun, dia meyakini bahwa aparat keamanan siap mengatasi kemungkinan buruk pada pilkada serentak nantinya. "Kita melihat pengalaman ketika Pilkada DKI Jakarta yang lalu begitu menguras banyak energi dan perhatian kita ke situ, maka itu tidak diharapkan terulang di daerah-daerah lain khususnya di Pulau Jawa ya," jelasnya.

Lebih lanjut, kata Amali, 40% dari daftar pemilih tetap tingkat nasional bakal mengikuti pilkada serentak tahun ini. Angka 40% itu dari warga Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa timur.

"Sehingga apa yang disampaikan oleh KPU saya kira merupakan antisipasi ya," ucapnya.

Menurutnya, antisipasi itu agar konflik itu tidak terjadi dalam pilkada serentak tahun ini. "Sebab kalau ini sampai konflik dan kemudian berkepanjangan, maka itu akan berakibat pada pelaksanaan pileg dan pilpres. Karena tidak sampai setahun lagi kita akan masuk di pileg dan pilpres ya, kan bulan April. Ini bulan Juni pilkada serentak kemudian April 2019 kita sudah pileg dan pilpres," imbuhnya.

Sehingga, tambah dia, kekhawatiran KPU terhadap potensi konflik pilkada serentak adalah hal wajar. "Walaupun pasti ada ekses-eksesnya tapi tidak terlalu signifikan yang akan mengganggu persiapan Pileg dan Pilpres 2019," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
738 Bakal Pasangan Calon...
738 Bakal Pasangan Calon Terdaftar Dalam Pilkada 2020
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved