Penghargaan Tokoh Publik, Upaya ICW Perbanyak Jamaah Antikorupsi
Senin, 08 Januari 2018 - 15:35 WIB
Penghargaan Tokoh Publik, Upaya ICW Perbanyak Jamaah Antikorupsi
A
A
A
JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) memberikan penghargaan bagi tokoh publik yang aktif menyuarakan semangat antikorupsi melalui penghargaan tokoh publik antikorupsi. Penghargaan tahunan ini digelar untuk pertamakalinya di tahun 2017.
Wakil Koordinator ICW Ade Irawan, mengatakan, penghargaan tokoh publik antikorupsi dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya korupsi di Indonesia yang terjadi mulai hulu hingga hilir.
"Meski penindakan dan pencegahan korupsi makin kencang, tapi korupsi terus terjadi tak hanya di tingkat pusat, tapi hingga ke desa," kata Ade dalam konferensi pers di ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (8/1/2018).
(Baca juga: Najwa Shihab Terpilih Sebagai Tokoh Antikorupsi 2017 Versi ICW )
Keprihatinan lainnya, lanjut Ade, publik tidak merasa bahwa korupsi yang dilakukan pejabat tidak berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, publik banyak yang mengganggap bahwa korupsi hanya merugikan keuangan negara.
"Padahal korupsi menimbulkan persoalan publik. Mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, haji, sampai urusan nikah. Korupsi berdampak nyata pada publik," kata Ade.
Dengan maraknya kasus korupsi tersebut, maka butuh banyak pihak yang terlibat dalam menyuarakan semangat antikorupsi. Salah satu jalan yang ditempuh ICW yakni dengan memilih publik figur yang memiliki rekam jejak bersih untuk mengajak masyarakat membendung korupsi.
"Kami harap tokoh publik antikorupsi bisa mengajak masyarakat menjadi bagian dari jamaah antikorupsi sesuai dengan pekerjaan dan bidangnya masing-masing. Lewat penghargaan ini kami ingin menyampaikan bahwa siapapun bisa menjadi bagian dari gerakan pemberantasan korupsi," kata Ade.
Wakil Koordinator ICW Ade Irawan, mengatakan, penghargaan tokoh publik antikorupsi dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya korupsi di Indonesia yang terjadi mulai hulu hingga hilir.
"Meski penindakan dan pencegahan korupsi makin kencang, tapi korupsi terus terjadi tak hanya di tingkat pusat, tapi hingga ke desa," kata Ade dalam konferensi pers di ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (8/1/2018).
(Baca juga: Najwa Shihab Terpilih Sebagai Tokoh Antikorupsi 2017 Versi ICW )
Keprihatinan lainnya, lanjut Ade, publik tidak merasa bahwa korupsi yang dilakukan pejabat tidak berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, publik banyak yang mengganggap bahwa korupsi hanya merugikan keuangan negara.
"Padahal korupsi menimbulkan persoalan publik. Mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, haji, sampai urusan nikah. Korupsi berdampak nyata pada publik," kata Ade.
Dengan maraknya kasus korupsi tersebut, maka butuh banyak pihak yang terlibat dalam menyuarakan semangat antikorupsi. Salah satu jalan yang ditempuh ICW yakni dengan memilih publik figur yang memiliki rekam jejak bersih untuk mengajak masyarakat membendung korupsi.
"Kami harap tokoh publik antikorupsi bisa mengajak masyarakat menjadi bagian dari jamaah antikorupsi sesuai dengan pekerjaan dan bidangnya masing-masing. Lewat penghargaan ini kami ingin menyampaikan bahwa siapapun bisa menjadi bagian dari gerakan pemberantasan korupsi," kata Ade.
(pur)