DPR Akui Potensi Konflik Pilkada Serentak 2018 Bakal Tinggi

Senin, 08 Januari 2018 - 14:27 WIB
DPR Akui Potensi Konflik...
DPR Akui Potensi Konflik Pilkada Serentak 2018 Bakal Tinggi
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi II DPR Hetifah Sjaifudian mengakui bahwa potensi konflik di Pilkada Serentak 2018 bakal lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Dia sepakat dengan apa yang diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman itu.

"Betul, secara pokok dalam berita tersebut KPU menyatakan bahwa ada tiga hal penyebab potensi konflik pilkada di tahun 2018 yang sangat tinggi," ujar Hetifah kepada SINDOnews, Senin (8/1/2018).

Adapun tiga faktor yang menyebabkan besarnya potensi konflik itu karena jumlah pemilih Pilkada 2018 ini yang begitu besar, penyelenggara pemilu yang mendekati masa habis jabatannya, serta anggaran begitu besar yang rawan disalahgunakan.

Menurut dia, faktor jumlah pemilih Pilkada 2018 yang begitu besar tidak dapat dihindarkan. "Bagaimana tidak karena esok salah satunya ada pilkada tingkat provinsi yakni memilih gubernur dan wakil gubernur di provinsi-provinsi yang memiliki jumlah penduduk yang begitu besar," jelas politikus Partai Golkar ini.

Maka itu, kata dia, peran Polri dan TNI menjadi penting untuk ikut membantu menjaga keamanan seperti misalnya di Pasal 82 Undang-Undang Pilkada, dimana TNI dan Polri membantu KPU mengamankan surat suara.

"Terkait dengan dua hal lainnya yakni penyelenggara yang akan habis masa jabatannya dan tidak akan diperpanjang, sejatinya hal ini pula telah dibahas ketika pembahasan UU Pemilu kemarin," papar legislator asal daerah pemilihan Kalimantan Timur itu.

Dia menambahkan, sejauh ini proses perekrutan baik di Bawaslu ataupun KPU sedang berlangsung mulai dari penjaringan tim seleksi. Hal itu, lanjut dia, sejatinya akan berjalan baik-baik saja.

"Begitu pula mengenai anggaran yang begitu besar, hal ini sebetulnya tidak bisa dikatakan sebagai masalah karena memang karena pilkada ini begitu penting dan banyak pilgub pula, maka memang anggaran besar tidak dapat dihindari," ucapnya.

Dia menilai, secara umum sepatutnya setiap pihak baik penyelenggara dapat saling bahu membahu dengan aparat. Bahkan melibatkan masyarakat untuk sama-sama menjaga pilkada ini agar berjalan dengan lancar dan baik sebagaimana juga wujud dari partisipasi masyarakat.
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
738 Bakal Pasangan Calon...
738 Bakal Pasangan Calon Terdaftar Dalam Pilkada 2020
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
Berita Terkini
Keluar dari RS Polri,...
Keluar dari RS Polri, Roy Suryo Kepalkan Tangan, dr tifa Dipegang 2 Polisi
135.872 Jemaah Haji...
135.872 Jemaah Haji dan Petugas Telah Kembali ke Tanah Air
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
Infografis
DPR Tegur Kepala Bapanas...
DPR Tegur Kepala Bapanas soal Harga Telur yang Masih Tinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved