Tahun Politik, Zulkifili Hasan Minta Jangan Halalkan Segala Cara
Minggu, 07 Januari 2018 - 14:29 WIB
Tahun Politik, Zulkifili Hasan Minta Jangan Halalkan Segala Cara
A
A
A
JAKARTA - Iklim politik di Indonesia 2018 diprediksi bakal memanas karena diselenggarakannya pemilu serentak di berbagai daerah. Karena itu menurut Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, pertarungan politik di 2018 akan ketat.
"Tahun 2018 ini adalah tahun politik, persaingan akan keras, saya mengingatkan jangan sampai menggunakan segala cara untuk mencapai kemenangan," kata Zulkifli Hasan dalam siaran pers, Minggu (7/1/2018).
Zulkifli menegaskan, hal itu saat menghadiri acara rapat kerja wilayah (Rakerwil) DPW PAN Provinsi Bengkulu di Raffles City Hotel, Sabtu 6 Januari 2018.
Zulhasan, demikian sapaan Zulkifli yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menegaskan bahwa keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) jauh lebih penting dibanding kemenangan politik jangka pendek.
"Jangan korbankan NKRI demi kepentingan politik jangka pendek," kata pria kelahiran Lampung ini.
Berbicara mengenai munculnya beberapa tokoh TNI dan Polri yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah Zulhasan mengingatkan agar seluruh lembaga negara baik TNI, Kepolisian, Birkorat ASN, atau pun kejaksaan tetap netral dan tidak terlibat politik praktis.
"Polisi itu polisi rakyat, tentara itu tentara rakyat, birokrat itu juga birokrat rakyat. Jangan menghalalkan segala cara, apalagi jadi tim sukses," tambahnya.
Zulhasan juga mengatakan salah satu hal yang paling membahayakan dari politik adalah ketika para tim suksesnya menggunakan isu suku, agama, dan ras. "Ini berbahya karena memecah belah," ucapnya.
Kemudian, mantan menteri kehutanan ini tersebut juga berpesan agar bersedia menjahit kembali merah putih dan tetap memperkuat persatuan di Indonesia.
"Bendera merah putih ini harus kembali kita jahit bersama. Jangan sampai koyak dan mari jaga persatuan bangsa," tegasnya.
Zulhasan juga menegaskan kembali bahaya korupsi. "Jangan korupsi. Jangan Korupsi. Jangan Korupsi," pungkasnya
"Tahun 2018 ini adalah tahun politik, persaingan akan keras, saya mengingatkan jangan sampai menggunakan segala cara untuk mencapai kemenangan," kata Zulkifli Hasan dalam siaran pers, Minggu (7/1/2018).
Zulkifli menegaskan, hal itu saat menghadiri acara rapat kerja wilayah (Rakerwil) DPW PAN Provinsi Bengkulu di Raffles City Hotel, Sabtu 6 Januari 2018.
Zulhasan, demikian sapaan Zulkifli yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menegaskan bahwa keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) jauh lebih penting dibanding kemenangan politik jangka pendek.
"Jangan korbankan NKRI demi kepentingan politik jangka pendek," kata pria kelahiran Lampung ini.
Berbicara mengenai munculnya beberapa tokoh TNI dan Polri yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah Zulhasan mengingatkan agar seluruh lembaga negara baik TNI, Kepolisian, Birkorat ASN, atau pun kejaksaan tetap netral dan tidak terlibat politik praktis.
"Polisi itu polisi rakyat, tentara itu tentara rakyat, birokrat itu juga birokrat rakyat. Jangan menghalalkan segala cara, apalagi jadi tim sukses," tambahnya.
Zulhasan juga mengatakan salah satu hal yang paling membahayakan dari politik adalah ketika para tim suksesnya menggunakan isu suku, agama, dan ras. "Ini berbahya karena memecah belah," ucapnya.
Kemudian, mantan menteri kehutanan ini tersebut juga berpesan agar bersedia menjahit kembali merah putih dan tetap memperkuat persatuan di Indonesia.
"Bendera merah putih ini harus kembali kita jahit bersama. Jangan sampai koyak dan mari jaga persatuan bangsa," tegasnya.
Zulhasan juga menegaskan kembali bahaya korupsi. "Jangan korupsi. Jangan Korupsi. Jangan Korupsi," pungkasnya
(maf)