Soal Ketua DPR, Agus Gumiwang Dinilai Tidak Dekat dengan JK

Kamis, 04 Januari 2018 - 07:17 WIB
Soal Ketua DPR, Agus...
Soal Ketua DPR, Agus Gumiwang Dinilai Tidak Dekat dengan JK
A A A
JAKARTA - Kedekatan Legislator dari Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dinilai bisa menjadi titik lemah di mata Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Maka itu, pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengaku pesimistis bahwa Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) bakal mendapat sinyal dari Istana Kepresidenan untuk menjadi ketua DPR.

Dia meyakini bahwa Presiden Jokowi bakal merasa tak nyaman jika figur yang dekat dengan JK memimpin DPR nantinya. Lagipula, parlemen memiliki kewenangan dalam memberikan persetujuan atas kebijakan-kebijakan strategis usulan pemerintah.

"Ini berbahaya. Karena JK belum pasti dan tidak ada jaminan akan all-out dukung Jokowi pada Pilpres 2019," kata Pangi Syarwi Chaniago saat dihubungi wartawan, Rabu (3/1/2017).

Jokowi dan JK pun diprediksinya bakal memiliki kepentingan dan agenda berbeda pada tahun 2019 mendatang. Pasalnya, JK bisa saja akan mendukung calon presiden pesaing Jokowi.

"Kepentingannya akan berbeda soal Capres. JK belum tentu mendukunt Jokowi. Kita tahu bahwa kedekatan Agus Gumiwang dengan JK," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kursi ketua DPR periode 2014-2019 memang menjadi kewenangan Partai Golkar. Akan tetapi, riil politik tentu tak akan menafikkan kode ataupun sinyal yang ditunjukkan Presiden Jokowi.

"Saya pikir juga keliru bahwa Agus Gumiwang mulus jadi ketua DPR karena punya kedekatan dengan JK. Ketua DPR itu sebetulnya kalau kita jujur yaitu tergantung kode dan sinyal presiden Jokowi. Kalau Jokowi tidak mengusung Agus Gumiwang belum tentu bakal terpilih beliau jadi ketua DPR," ungkap pria yang akrab disapa Ipang ini.

Maka itu, menurut dia, Jokowi pasti bakal berusaha memastikan figur ketua DPR mendatang juga mendukung pemerintahannya serta pencalonannya pada Pilpres 2019. Dia meyakini ketua DPR pengganti Setys Novanto nanti atas restu Jokowi.

"Bagaimana pun juga presiden punya kepentingan. Bisa dibayangkan yang pegang palu ketua DPR bukan orang presiden, bisa membuat rumit dan banyak kebijakan strategis dan program presiden bakal terhambat," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Lewat Sebuah Buku, Desmond...
Lewat Sebuah Buku, Desmond Mahesa Ungkap Seluk-Beluk tentang DPR
Golkar Sebut Setiap...
Golkar Sebut Setiap Hari bagi Politikus Adalah Kampanye
DPR Pertanyakan Keterlibatan...
DPR Pertanyakan Keterlibatan Prancis dalam Pembiayaan Data Center
Tanpa Golkar, 8 Fraksi...
Tanpa Golkar, 8 Fraksi DPR Sepakati Draf RUU Kejaksaan
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
Himbara Jadi Penyangga...
Himbara Jadi Penyangga Likuiditas, Andre Rosiade: Harusnya OJK
Berita Terkini
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Infografis
Alasan Tentara Israel...
Alasan Tentara Israel Tidak Berani Perang Tatap Muka dengan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved