Cegah Radikalisme, BNPT Rangkul Mantan Napi Kasus Terorisme

Kamis, 21 Desember 2017 - 13:00 WIB
Cegah Radikalisme, BNPT...
Cegah Radikalisme, BNPT Rangkul Mantan Napi Kasus Terorisme
A A A
JAKARTA - Berbagai program dimiliki Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam mencegah munculnya radikalisme dan terorisme.

Salah satunya Gerakan Masyarakat Antiradikalisme Negara Kesatuan Republik Indonesia (Gemar NKRI). Gemar NKRI adalah program pencegahan terorisme dengan menggandeng dan memberi wawasan kepada para mantan napi kasus terorisme sehingga mereka bisa bermanfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai pelaksanaan program tersebut, BNPT pun menggelar acara silaturahmi Gemar NKRI. “Silaturrahmi Gemar NKRI ini merupakan yang pertama kali kita adakan. Kegiatan ini untuk membuka wawasan. Ini sebagai bukti negara hadir di tengah rekan-rekan,” ujar Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius, dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (21/12/2017).

Silaturahmi Gemar NKRI Program Deradikalisasi Bina Masyarakat 2017 digelar di Aula Perpustakaan Masjid Istiqlal Jakarta Senin, 18 Desember 2017.

Menurut dia, langkah BNPT merangkul narapidana terorisme untuk ikut membantu pemerintah menjalankan program deradikalisasi bukan program pertama yang dilaksanakan.

Sebelumnya, BNPT juga telah melatih public speaking bagi para mantan napi terorisme. Kedua program itu adalah program pelibatan mantan napi agar bisa mengajak rekan-rekannya yang masih terjangkit "virus" radikalisme untuk kembali menjadi orang Indonesia yang ber-Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Suhardi menjelaskan upaya deradikalisasi bagi mantan teroris merupakan upaya berkesinambungan yang tidak bisa parsial namun perlu dipelihara.

Dalam acara itu, kata dia, diundang Menteri Agama, Menteri Riset dan Dikti, dan Kepala UKP Pemantapan Ideologi Pancasila. Itu dilakukan karena untuk menjalankan deradikalisasi ini, BNPT tidak bisa sendiri, tapi harus bersinergi dengan kementerian dan lembaga lain.

“Kami sudah menjalin sinergi dengan 32 kementerian dan lembaga. Bahkan saat kali pertama dipercaya sebagai kepala BNPT, saya langsung berbicara dengan presiden bahwa BNPT tidak bisa sendirian untuk mengurai benang kusut masalah terorisme. BNPT sangat terbatas, kami butuh akses sosial, agama, pendidikan, ekonomi, dan lain-lain. Karena mereka juga butuh kehidupan layak,” tutur Suhardi Alius.
(dam)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved