Menteri Yohana Dorong 30% Tingkat Keterwakilan Perempuan di Politik

Selasa, 19 Desember 2017 - 21:45 WIB
Menteri Yohana Dorong...
Menteri Yohana Dorong 30% Tingkat Keterwakilan Perempuan di Politik
A A A
JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) akan menyiapkan perempuan potensial agar tingkat keterwakilannya di politik bisa meningkat pada Pemilu 2019.

“Keterwakilan perempuan di parlemen sempat meningkat signifikan di era reformasi. Namun kini keterwakilan perempuan menurun pada Pemilu 2014,” ujar Menteri PP dan PA Yohana Yembesi saat menghadiri Sarasehan dan Rembuk Nasional Perempuan Indonesia bertema, Meningkatkan Peran dan Partisipasi Perempuan dalam mewujudkan Welfare State di Gedung DPR di gedung MPR, Jakarata, Senin (18/12/2017).

Sarasehan ini merupakan kerja sama Institut STIAMI, Bawaslu dan MPR dalam rangka menyambut Hari Ibu. Kegiatan ini dirangkaikan dengan kegiatan Peresmian Pusat Studi Wanita Institut STIAMI dan Deklarasi Perempuan Tolak Politik Uang.

Yohana mengungkapkan, pada periode 2009-2014 keterwakilan perempuan di tingkat pusat mencapai 18%. Kemudian, pada tahun 2012 terbit Undang-Undang (UU) Pemilu yang mengatur penempatan calon anggota legislatif harus memenuhi kuota 30% perempuan.

Dari penyusunan UU itu, sudah menunjukkan ada pemaksaan terhadap partai politik peserta pemilu untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen. “Namun, kenyataannya pada 2014 keterwakilan perempuan di tingkat pusat justru menurun dari 18% menjadi 17%,” ucap Yohana.

Penurunan itu terjadi karena masih ada beberapa tantangan dalam meningkatkan representasi politik perempuan. “Yakni, tantangan kebijakan, kebijakan partai politik, serta problem kapasitas dan kepercayaan diri perempuan,” kata Yohana.

Yohana menegaskan, dirinya akan mengupayakan agar perempuan Indonesia bisa aktif berpolitik, terutama di lembaga legislatif dan eksekutif. Sehingga saat ini, Indonesia perlu dukungan pendidikan politik bagi perempuan, baik sebagai pemilih maupun yang dipilih.
Karena itu, pihaknya sudah mendesain perencanaan pendidikan politik bagi 68.881 perempuan di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota se-Indonesia. “Masyarakat, khususnya kaum perempuan, perlu diberikan pendidikan politik sebagai proses pencerahan dan pencerdasan bangsa. Namun, sering kali kelompok perempuan yang menjadi pimpinan atau wakil rakyat juga tidak mengerti tentang isu-isu perempuan, gender, dan anak. Oleh karena itu kita adakan pelatihan, kita dorong di tingkat peraturan 30% di legislatif pada Pemilu 2019," urai Yohana.

Sementara itu, Direkrut Pusat Kajian Kebijakan Publik Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Taufan Maulamin mengatakan, saat ini partisipasi kalangan perempuan dalam dunia politik sangat dibutuhkan. Karena kalangan perempuan lebih dominan dari segi populasi, tapi kualitasnya belum terpenuhi.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap keterwakilan perempuan pada Pemilu 2019 mendatang bisa bertambah. Apalagi, Indonesia telah menetapkan angka keterwakilan perempuan sebesar 30%.

Menurut Taufan, sedikitnya keterwakilan perempuan dalam politik di Indonesia karena dipengaruhi beberapa hal. Mulai dari di rumah, seperti keluarga tidak mendukung, sampai sosial kultural. Bahkan, dari hasil studi memperlihatkan bahwa dewan direksi yang dikelola perempuan biasanya lebih baik dan tingkat korupsinya rendah.

“Karena itu, perempuan jangan ragu berpolitik. Mereka harus mampu menunjukkan kualitas diri mereka setara bahkan lebih dari laki-laki. Perempuan harus memiliki pemikiran dan kelakukan yang baik agar ada kesan baik juga dari publik. Karena kualitas laki-laki dan perempuan dari kontribusinya tidak dipandang dari gender. Hal itu karena populasi perempuan lebih banyak,” pungkas Taufan.
(kri)
Berita Terkait
Mengenal Profil Partai...
Mengenal Profil Partai Gelora, dari Sejarah, Struktur, Asas hingga Jatidiri
3 Partai Politik Penguasa...
3 Partai Politik Penguasa Pulau Jawa pada Pemilu 2019
5 Provinsi Lumbung Suara...
5 Provinsi Lumbung Suara Partai Demokrat di Pemilu 2019
5 Lumbung Suara Partai...
5 Lumbung Suara Partai Nasdem Pada Pemilu 2019, dari Sumatera hingga Papua
5 Partai Politik dengan...
5 Partai Politik dengan Kursi Terbanyak di DPRD Jawa Timur, PDIP Memimpin
7 Provinsi Penyumbang...
7 Provinsi Penyumbang Terbesar Suara Partai Gerindra di Pemilu 2019
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved