Institut STIAMI Gelar Seminar Keterbukaan Informasi Publik

Minggu, 17 Desember 2017 - 19:18 WIB
Institut STIAMI Gelar...
Institut STIAMI Gelar Seminar Keterbukaan Informasi Publik
A A A
JAKARTA - Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI menyelenggarakan seminar nasional dengan tema Strategi Mewujudkan E-Governance melalui Keterbukaan Informasi Publik, di Gedung Grand Arion Mangaradja, Rawamangun, Jakarta, Minggu (17/12/2017).

Seminar yang dihadiri sekitar 1.000 mahasiwa Institut STIAMI ini menghadirkan nara sumber dari berbagai bidang, yakni pakar ilmu administrasi dari Universitas Indonesia Prof Martani Huseini, Direktur Utama TVRI Helmy Yahya, Komisioner KIP DKI Jakarta Nani Nurani Muksin, dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta Dian Ekowati.

Rektor Institut STIAMI Panji Hendrarso mengatakan, seminar ini diadakan sebagai wadah untuk mengarahkan Institut STIAMI menuju good university governance. Menurut dia, pengembangan dan pedayagunaan informasi dan teknologi komunikasi dapat membantu kinerja layahan publik pemerintah.

Hal itu diwujudkan melalui pelaksanaan e-governance dengan berbasiskan teknologi melalui e-domocracy dan e-government dengan sebaik-baiknya. “Dengan demikian arus informasi yang selama ini mengalami kebuntuan antara pemerintah, masyarakat dan kalangan pengusaha dapat terpecahkan,” kata Panji.

Sementara itu, pakar ilmu administrasi Martani Huseini mengatakan, layanan publik yang transparan dan berisi perkembangan e-governance harus berorientasi pada kerangka kebijakan dan peraturan. Dengan begitu akan tercapai keterpaduan sistem pengelolaan, dokumen, dan informasi elektronik.

“Pelayanan publik berbasiskan teknologi dan media sosial menjadi salah satu tren di e-governance karena telah digunakan di banyak negara,” kata Martani.

Martani menyebut contoh blog, wikis, mikro blogging, jaringan sosial, multimedia sharing, dan tagging, telah banyak diadopsi dalam administrasi publik sistem pemerintahan. Jadi memungkinkan internal pemerintah melakukan pelayanan langsung kepada publik.

Sementara itu, Dirut TVRI Helmy Yahya mengatakan, perkembangan media sosial dan didukung teknologi menjadikan media sosial sebagai wadah baru bagi birokrasi di dunia. “Media sosial menjadi jawaban internal birokrat berinteraksi secara langsung dan tanpa batas dengan publik,” kata Helmy.

Sedangkan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta Dian Ekowati mengatakan, Pemda DKI mengapresiasi pelaksanaan seminar nasional yang mengusung tema keterbukaan informasi publik dalam mewujudkan good governance melalui e-governance ini.
(thm)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved