Survei Sebut Koran Dipilih Pembaca, DPR: Itu Kabar Bagus

Kamis, 07 Desember 2017 - 14:16 WIB
Survei Sebut Koran Dipilih...
Survei Sebut Koran Dipilih Pembaca, DPR: Itu Kabar Bagus
A A A
JAKARTA - Hasil survei Nielsen Consumer & Media View (CMV) di 2017 yang menyebutkan koran lebih dipilih pembaca karena nilai beritanya yang dapat dipercaya dinilai kabar bagus. Adapun survei itu dilakukan di 11 kota dengan menginterview 17.000 responden.

"Itu kabar bagus bahwa koran masih menjadi media paling layak dipercaya," ujar Anggota Komisi I DPR Evita Nursanty kepada SINDOnews, Kamis (7/12/2017).

Dia menambahkan, berita di koran melalui tahap penyuntingan yang ketat, sementara media online selalu adu cepat sehingga seringkali bermasalah dengan akurasinya.

Dia berpendapat, tantangan bagi koran adalah bagaimana mempertahankan penetrasi yang terus turun yang kabarnya hanya tinggal 8% dari pembaca media di Indonesia. "Terutama yang koran nasional, sebab saya melihat koran daerah masih tetap eksis dengan pasar lebih besar di daerah-daerah," ujar Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Maka itu, legislator asal daerah pemilihan Jawa Tengah III ini menyarankan agar Serikat Penerbit Surat kabar maupun stakeholders lain, seperti Dewan Pers dan juga perusahaan-perusahan media cetak untuk memikirkan kampanye bersama agar publik menyadari koran kita ini sangat penting dan paling layak dipercaya.

Kampanye itu dianggapnya penting untuk membuat publik tetap baca koran di tengah gempuran teknologi digital sekarang. "Betul koran itu adalah filter berita dan menjadi penting saat kita terganggu dengan berita-berita hoax, berita fakes dan lainnya melalui online," pungkasnya.

Diberitakan SINDOnews sebelumnya, Direktur Eksekutif Nielsen Media, Hellen Katherina menjelaskan, Nielsen telah melakukan survei di 11 kota dengan menginterview 17.000 responden. Dari hasil survei tersebut, saat ini media cetak termasuk koran, majalah dan tabloid memiliki penetrasi sebesar 8% dan dibaca oleh 4,5 juta orang.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar atau sekitar 83%-nya membaca koran. Alasan utama para pembaca masih memilih koran yaitu karena nilai beritanya yang dapat dipercaya.
(pur)
Berita Terkait
Media Massa Harus Pikirkan...
Media Massa Harus Pikirkan Efek Pemberitaan
Media Harus Tanamkan...
Media Harus Tanamkan Kode Etik Jurnalistik dalam Pemberitaan
Kebakaran Jakarta Islamic...
Kebakaran Jakarta Islamic Center Jadi Pemberitaan Media Asing
IJTI Imbau Media Tidak...
IJTI Imbau Media Tidak Mengeksploitasi Pemberitaan Kasus Anak
HT Tegaskan MNC Media...
HT Tegaskan MNC Media Siap Membantu Pemberitaan Soal Palestina
Kunjungan MNC Media,...
Kunjungan MNC Media, Kapolda Sulut dan Direksi Bank SulutGo Tegaskan Peran Strategis Pemberitaan
Berita Terkini
Franka Franklin Bicara...
Franka Franklin Bicara tentang Integritas Nadiem
Ini 12 Lokasi Digeledah...
Ini 12 Lokasi Digeledah Polisi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp60 M dari Kafe di Cipete
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved