Polri Belum Pastikan Pentolan ISIS Bahrun Naim Tewas
Senin, 04 Desember 2017 - 15:35 WIB
Polri Belum Pastikan Pentolan ISIS Bahrun Naim Tewas
A
A
A
JAKARTA - Mabes Polri menegaskan belum bisa memastikan kebenaran informasi yang menyebutkan pentolan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) asal Indonesia, Muhammad Bahrun Naim alias Anggih Tamtomo alias Abu Rayan tewas di Suriah.
"Sampai saat ini Polri belum bisa menginformasi saudara BN (Bahrun Naim) tewas atau tidak. Yang ada adalah sebuah sebaran di media sosial yang kemudian viral yang menyatakan bahwa saudara BN telah tewas," tutur Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/12/2017).
Menurut Martinus, sejak beredarnya informasi tersebut di media sosial, Polri sudah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.
Kabar kematian mantan narapidana kepemilikan senjata api dan bahan peledak itu beredar luas melalui media sosial.
Bahrum Naim sering dikaitkan dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Abu Wardah Santoso. Dia diduga sebagai penghuhung utama MIT dengan kelompok teroris ISIS di Timur Tengah.
Bahrun Naim disebut-sebut sebagai dalang aksi teror bom di Thamri, Jakarta Pusat pada 2016. Bahrum juga sering disebut sebagai pimpinan Jamaah Ansoru Daulah (JAD), kelompok teroris dan perekrut teroris di Indonesia.
Bahrun Naim pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS pada 2014. Hingga kabar kematiannya beredar, dia dipastikan masih di Suriah dan tinggal di Raqqa.
Saat pergi ke Suriah, dia dilaporkan membawa satu anak dan dua orang istrinya. Saat itu istri mudanya pergi dalam kondisi hamil.
"Sampai saat ini Polri belum bisa menginformasi saudara BN (Bahrun Naim) tewas atau tidak. Yang ada adalah sebuah sebaran di media sosial yang kemudian viral yang menyatakan bahwa saudara BN telah tewas," tutur Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/12/2017).
Menurut Martinus, sejak beredarnya informasi tersebut di media sosial, Polri sudah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.
Kabar kematian mantan narapidana kepemilikan senjata api dan bahan peledak itu beredar luas melalui media sosial.
Bahrum Naim sering dikaitkan dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Abu Wardah Santoso. Dia diduga sebagai penghuhung utama MIT dengan kelompok teroris ISIS di Timur Tengah.
Bahrun Naim disebut-sebut sebagai dalang aksi teror bom di Thamri, Jakarta Pusat pada 2016. Bahrum juga sering disebut sebagai pimpinan Jamaah Ansoru Daulah (JAD), kelompok teroris dan perekrut teroris di Indonesia.
Bahrun Naim pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS pada 2014. Hingga kabar kematiannya beredar, dia dipastikan masih di Suriah dan tinggal di Raqqa.
Saat pergi ke Suriah, dia dilaporkan membawa satu anak dan dua orang istrinya. Saat itu istri mudanya pergi dalam kondisi hamil.
(dam)