Wacana Munaslub Menguat, Golkar Diminta Pilih Sosok Tak Tercela

Sabtu, 02 Desember 2017 - 18:35 WIB
Wacana Munaslub Menguat,...
Wacana Munaslub Menguat, Golkar Diminta Pilih Sosok Tak Tercela
A A A
JAKARTA - Tiga organisasi sayap Partai Golkar berharap Setya Novanto (Setnov) mundur dari jabatan ketua partai berlambang pohon beringin itu. Ketiga organisasi itu, yakni Soksi, Kosgoro 1957 dan MKGR.

Ketua Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Soksi, Fatahillah Ramli mengatakan, Soksi, Kosgoro 1957 dan MKGR adalah trikarya Partai Golkar.

"Kami malu karena Partai Golkar telah dibuat tercoreng oleh kasus korupsi e-KTP yang menjerat Novanto," ungkapnya di Jakarta, 30 November 2017.

Dia mengatakan, Soksi, Kosgoro, dan MKGR tegas mendesak Partai Golkar menggelar musyawarah nasional luar biasa, terlepas keputusan praperadilan yang diajukan Setnov,

Fatahillah menegaskan, apabila DPP Partai Golkar "mbalelo", Trikarya akan menggalang dukungan kader partai dan menyampaikan mosi tidak percaya terhadap Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham.

"Kami nilai Partai Golkar harus dipimpin kader yang bersih, memenuhi kriteria prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela," ujar Fatahillah.

Secara umum, sambungnya, munaslub telah dikehendaki pemilik suara dan publik secara umum demi mengembalikan muruah Partai Golkar dan memenangi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Ketua Kosgoro 1957 Lamhot Sinaga mengatakan, munaslub merupakan pelaksanaan keputusan rapat pleno DPP Partai Golkar 21 November 2017 lalu yang menyatakan jika Ketua Umum Setya Novanto kalah dalam praperadilan maka harus mengundurkan diri.

"Opini publik atas kondisi Golkar yang tercoreng akibat kasus korupsi e-KTP yang menjerat Novanto menyebabkan citra dan elektabilitas Partai Golkar menurun sangat drastis," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan MKGR, Chairuddin Simatupang menilai, saat ini Golkar perlu mengambil langkah penyelamatan apa pun caranya.

Menurut dia, menyelamatkan Golkar sama dengan menyelamatkan Indonesia. "Golkar perlu melakukan rekonsolidasi ideologi yang sudah mulai ditinggalkan. Golkar sudah mulai melupakan bahwa kekuatan partai adalah konsolidasi ideologi. Dasar perjuangan Golkar harus dibangkitkan lagi," katanya.
(dam)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved