Mega Kenang Granat Cikini Sasar Bung Karno 60 Tahun Lalu

Kamis, 30 November 2017 - 20:58 WIB
Mega Kenang Granat Cikini...
Mega Kenang Granat Cikini Sasar Bung Karno 60 Tahun Lalu
A A A
JAKARTA - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengenang peristiwa granat Cikini yang menyasar ayahnya, Sukarno, pada 30 November 1957. Percobaan pembunuhan presiden pertama RI itu terjadi di Perguruan Cikini, tempat Megawati dan kakaknya, Guntur Soekarnoputa sekolah.

“Saat itu ada acara ulang tahun sekolah. Kebetulan saya mendapat tugas menjaga pameran, kakak saya (Guntur) bertugas menjaga permainan. Ayah saya datang sebagai orangtua murid, bukan sebagai presiden,” kata Megawati.

Kenangan Megawati itu diutarakan kembali dalam peluncuran dan diskusi tiga buku karya sejarawan Bonnie Triyana, yakni ‘Kennedy & Sukarno’, ‘Mengincar Bung Besar’ dan 'Ho Chi Minh & Sukarno’ di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (30/11/2017). Hadir juga dalam acara mantan Wakil Presiden, Try Sutrisno dan beberapa pengurus DPP PDI Perjuangan.

Sejarah mencatat, pelemparan granat itu gagal membunuh sang proklamator. Namun memakan ratusan korban, yang kebanyakan murid Peguruan Cikini.
“Peristiwa ini tidak akan pernah terlupakan, karena korbannya dari kawan-kawan saya saja ada 100 orang, baik yang meninggal dunia, luka parah, maupun luka ringan. Beberapa bahkan cacat seumur hidup,” kata Megawati lirih.

Bukan hanya korban, Megawati mengatakan, masih mengingat betul nama teroris tersebut. "Dulu ada satu grup yang tercuci otaknya, tidak sadar. Saadun dan Taasrif, keduanya guru yang sudah di-brainwash,” ujar Megawati yang sangat menyesali peristiwa tersebut.

Dari hasil penelitian, Megawati mengatakan, pelaku teror tidak berhasil membunuh Bung Karno karena ayahnya itu ketika pulang meninggalkan sekolah dikerubuti anak-anak.

“Dipeluk oleh anak-anak, ya kira-kira seperti Pak Jokowi sekarang ini, sering diminta selfie. Mereka (pelaku) tergugah dan detik-detik itu terlewati, justru yang kena dan jadi korban teman-teman saya. Kalau tepat waktu, bisa yang kena ayah saya,” papar Megawati sedih.

Ketua Umum PDI Perjuangan ini berharap agar buku-buku tentang sejarah lebih banyak lagi diterbitkan oleh anak-anak muda seperti Bonnie Triyana. "Banyak sekali peristiwa-peristiwa sejarah yang dikhawatirkan hilang jika tidak ditulis,” pesan Megawati.

Ngepel Museum
Berpidato di Museum Nasional, Megawati juga mengingat masa-masa menjadi sukarelawan tempat penyimpanan benda-benda bersejarah itu. Keikutsertaan Megawati itu atas ajakan sebuah yayasan di bidang seni dan budaya yang prihatin dengan kondisi museum.

"Saya bergotong royong, melakukan pencucian dan ngepel lho. Waktu itu saya dapat bagian keramik,” kata Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) ini.

Kecintaan Megawati pada museum membuatnya tergerak merevitalisasi Museum Nasional saat dia menjabat Presiden ke-5 RI. "Gedung ini bagian yang bisa saya berikan ketika saya presiden. Bukan dari uang saya memang, tapi paling tidak saya memotivasi agar museum pusat bisa diminati turis lokal maupun mancanegara,” ujarnya.

Dalam diskusi yang menghadirikan tiga pembicara, Daniel Dhakidae, Yosef Djakababa dan Andina Dwifatma, Megawati mengikutinya sampai habis. Dia tampak begitu antusias mengikuti setiap perbincangan mengenai sejarah bangsa.
(pur)
Berita Terkait
Megawati Ultah ke-74,...
Megawati Ultah ke-74, PDIP Hadiahkan Buku 'Merawat Pertiwi'
Cerita Airlangga tentang...
Cerita Airlangga tentang Sejarah Panjang Golkar dengan PDIP
Ultah ke-55, Sekjen...
Ultah ke-55, Sekjen PDIP Dihadiahi Sejumlah Buku Politik
Maruarar: Mega dan Hasto...
Maruarar: Mega dan Hasto Terbukti Catatkan Sejarah Kemenangan PDIP
Pameran Lukisan Yos...
Pameran Lukisan Yos Suprapto Dibredel, PDIP: Orba is Coming Back!
Refleksi Kudatuli, Milenial...
Refleksi Kudatuli, Milenial Harus Belajar dari Sejarah
Berita Terkini
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Infografis
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA...
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved